Perusahaan TV Kabel di Kuningan Diduga Langgar Hak Cipta

Perusahaan TV Kabel di Kuningan Diduga Langgar Hak Cipta

Sabtu, 22 Desember 2018, Desember 22, 2018
Foto : Radar Cirebon

Kuningan (SATU) - Atas dugaan pelanggaran Hak Cipta karena menyiarkan siaran sepak bola Piala Indonesia milik K-Vision , sebuah perusahaan penyedia layanan sambungan televisi kabel berbayar di Kabupaten Kuningan dengan nama Kuningan TV Cable (KTC) dirazia oleh petugas dari Polda Jabar, Kamis (20/12/2018).

Dalam razia di sebuah rumah yang menjadi pusat usaha KTC di Perum Griya Bojong Indah, Kelurahan Awirarangan Kecamatan Kuningan ini, sejumlah barang bukti berhasil ditemukan petugas seperti beberapa parabola yang terpasang beserta modulator yang digunakan untuk mendistribusikan siaran ke pelanggan melalui kabel.

Selain menemukan sejumlah barang bukti, petugas pun turut mengamankan dan memeriksa MT yang merupakan pemilik usaha TV kabel terkait dengan perbuatannya yang diduga melanggar Hak Cipta dalam bidang penyiaran.

Berdasarkan keterangan dari Koordinator Local Cable Operator (LCO) K Vision wilayah Jawa Barat, Indra, tindakan perusahaan KTC menyiarkan siaran Piala Indonesia secara ilegal sudah sangat merugikan perusahaannya. KTC diduga telah melakukan pelanggaran Undang-Undang Hak Cipta terkait distribusi siaran Piala Indonesia 2018/2019 yang merupakan hak eksklusif dari KVision.

Menurutnya K Vision adalah satu-satunya perusahaan TV berbayar yang mempunyai hak siar eksklusif untuk sepak bola Piala Indonesia musim 2018/2019. Namun adanya penyebarluasan siaran tersebut oleh perusahaan KTC kepada lebih dari 3.000 pelanggannya tanpa izin ini sangat disayangkan karena merugikan perusahaannya.

Diterangkan, bahwa penertiban yang dilakukan bersama aparat Polda Jabar ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi Hak Siar yang dimiliki oleh K Vision pada waktu sebelumnya, yang tidak diindahkan oleh perusahaan tv kabel diantaranya pihak PT. Surya Telemedia selaku induk perusahaan dari KTC.

“Mudah-mudahan ini bisa memberikan efek jera bagi perusahaan tv kabel untuk tidak mengulangi perbuatannya,” ujar Indra.

Lebih lanjut, Indra menuturkan bahwa dari hasil penelusurannya selama ini pihaknya telah menemukan pelanggaran serupa hampir di seluruh daerah di Jawa Barat.

“Kami sudah melaporkan beberapa perusahaan TV kabel yg menyiarkan hak ekslusif K Vision yang ada di wilayah hukum polda Jabar. Apabila masih tetap membandel, maka kami akan serahkan ke pihak berwajib untuk diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku,” tandasnya.

.imam

TerPopuler