Predikat Kabupaten Layak Anak Kembali Disandang Kuningan

Predikat Kabupaten Layak Anak Kembali Disandang Kuningan

Selasa, 18 Desember 2018, Desember 18, 2018

Kuningan (SATU) - Kabupaten Kuningan kembali meraih Penghargaan sebagai Kabupaten Layak Anak Kategori Kepala Daerah Yang Mendukung Kegiatan Belajar Di Luar Kelas Melalui Surat Edaran Tingkat Nasional. Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Yohana Susana Yambise, disela acara Festival Kabupaten/Kota Layak Anak 2018 dan Launching program Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita (Sekoper Cinta) di Gedung Sabuga, Jl. Tamansari No. 73, Kota Bandung, Minggu (16/12/18).
Acara peluncuran ini dirangkai dengan kegiatan pameran/expo UKM perempuan dan Festival Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Ibu ke-90 Tingkat Nasional Tahun 2018 yang digelar oleh Kementerian PPPA RI.
Sekoper Cinta merupakan wadah bagi perempuan Jawa Barat untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman, serta diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidup kaum hawa. Ini adalah upaya pemberdayaan perempuan untuk mewujudkan kesetaraan peran, akses, partisipasi, kontrol, dan manfaat antara perempuan dan laki-laki di semua bidang.
“Angka perceraian tinggi di Jawa Barat karena kekerasan. Dari hasil statistik, saya mengawali jabatan sebagai gubernur dimana 29% terpapar potensi stunting. Jadi, anaknya kurang gizi, perceraian banyak,” ujar Gubernur Jawa Barat, M. Ridwan Kamil.

Berbagai upaya telah dilakukan guna menekan angka perceraian yang ada serta mengurangi perilaku KDRT, salah satunya yaitu penguatan terhadap ibu-ibu yang sudah menikah melalui Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial (STKS) yang kini sudah berjalan di Bandung dan Bogor dimana 60% dari materinya adalah tentang ilmu kekeluargaan yang tidak sederhana.

Untuk itu, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini menuturkan bahwa pihaknya mewajibkan kabupaten/kota di seluruh Jawa Barat menerapkan Sekoper Cinta yang merupakan rangkaian program quick win 100 hari kerja Gubernur Jawa Barat.

“Diwajibkan. Tugas Gubernur adalah menstandardisasi hal baik, bukan hanya di-launching di satu/dua kota, tapi akan dimonitor di seluruh wilayah. Itu tugas saya,” jelasnya.
Program Sekoper Cinta sendiri mendapat apresiasi dari Kementerian PPPA RI. Menurut Menteri PPPA Yohana Susana Yambise, program ini bisa menjadi role model bagi daerah lain di Indonesia, karena sesuai dengan misi kementeriannya dalam mengakhiri kesenjangan ekonomi terhadap perempuan, perdagangan manusia, termasuk kekerasan dalam rumah tangga.
“Saya mengucapkan apresiasi karena telah me-launching bersama Sekoper Cinta dan ini sangat berhubungan dengan program kita di 2019,” kata Yohana dalam sambutannya.

Hal ini menjawab salah satu program prioritas Kementerian PPPA yaitu mengakhiri kesenjangan ekonomi bagi kaum perempuan dan juga akhiri perdagangan manusia, termasuk kekerasan dalam rumah tangga.
Diterangkan, ada 65 juta keluarga di seluruh Indonesia. Anak yang menjadi bagian dari anggota keluarga bisa memutus mata rantai KDRT dan perceraian. Untuk itu, pada kesempatan tersebut Yohana mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bisa membangun keluarga hebat demi mewujudkan negara kuat.

“Kita harus kuatkan, kita usahakan supaya anak-anak kita ini yang memutuskan mata rantai kekerasan terhadap perempuan dan mata rantai kekerasan dalam bentuk perceraian,” ucapnya.
Tahap awal pelaksanaan Sekoper Cinta akan dilakukan Training of Trainer (TOT) untuk fasilitator dan relawan. TOT akan difasilitasi oleh DP3AKB Jawa Barat kepada leader champion yang dipilih mewakili kecamatan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat. Selanjutnya, leader champion ini akan menjadi agen utama pembentukan Sekolah Perempuan di tingkat desa/kelurahan di 27 kabupaten/kota.

.imam

TerPopuler