Dugaan Pungli Berjamaah Dibantah

Dugaan Pungli Berjamaah Dibantah

Rabu, 16 Januari 2019, Januari 16, 2019

Kuningan (SATU) - Dugaan Pungutan Liar (Pungli) yang menyeruak di lingkup UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Ciniru dalam pembuatan dan penginputan menjadi perhatian publik khususnya di tengah gencarnya upaya pemerintah dalam memberantas segala bentuk pungutan.

Pernyataan Iwan selaku operator UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Ciniru yang menyatakan bahwa pungutan tersebut merupakan hasil koordinasi dengan seluruh operator yang ada di Kabupaten Kuningan dan diketahui oleh pihak UPTD ditanggapi oleh pihak operator dan UPTD lainnya.

(FB) Salah satu operator yang ada di lingkup UPTD Kecamatan Kuningan, Rabu (16/01/2019) kepada kuningansatu.com menyanggah adanya pungutan tersebut, apalagi sampai dipatok dengan nilai tertentu semisal untuk Guru sebesar 50.000 dan Kepala Sekolah 100.000.

Ia mengakui bahwa selama ini memang sering membantu guru-guru dalam membuat ataupun menginput Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) namun itupun diluar jam kerja, meskipun diakui olehnya bahwa SKP sendiri merupakan kewajiban masing-masing PNS.

"Memang ada guru-guru yang sering minta tolong untuk masalah SKP, namun itupun di luar jam kerja," ungkap FB.

Soal pungutan dalam membuat SKP tersebut, kata FB, sebenarnya tidak ada apalagi jika dikatakan merupakan inisiatif dari operator. Ia secara pribadi mengakui, terkadang memang ada guru-guru yang memberikan upah atas bantuannya dalam membantu menginput SKP.

"Ada yang suka ngasih, tapi kalau dipatok mah enggak. Ya wajar lah kita udah bantuin terus dikasih upah, kalau ada operator yang mematok, itu mah oknum," katanya.

Sementara itu, Kepala UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Jalaksana, Hj. Iin Luginawati, M.Si saat diminta tanggapannya perihal dugaan pungli yang terjadi di UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan Ciniru menyatakan bahwa di UPTD yang ia nahkodai tidak ada hal semacam itu.

"Untuk Ciniru No Comment. Untuk UPTD Jalaksana Alhamdulillah tidak ada pengkondisian dari Operator," katanya.

Ketika munculnya berita mengenai dugaan pungli tersebut, Iin secara langsung mengecek kepada beberapa operator baik di UPTD maupun di sekolah terkait permasalahan tersebut.

"Insya Alloh untuk jalaksana saya sudah telusuri dan memang tidak ada pengkondisian," imbuhnya.

Sementara itu, Bima selaku Ketua PAC LSM Penjara Kecamatan Ciniru mengatakan, Jika memang di UPTD lain tidak terjadi hal tersebut, bisa jadi ini hanya perbuatan oknum UPTD yang nakal.

Ia berharap ada tindakan dari pihak berwenang dalam permasalahan ini disamping secara kelembagaan pun ia akan mempersiapkan segala bukti-bukti terkait permasalahan ini agar dapat segera ditindaklanjuti.

"Kalau ini perbuatan oknum, saya berharap pihak berwenang segera melakukan tindakan, disamping saya secara kelembagaan pun akan menindaklanjutinya dengan bukti-bukti yang ada," tandasnya.

.angga

TerPopuler