Manaf : Jangan Jadikan Kemiskinan Sebagai Alibi

Manaf : Jangan Jadikan Kemiskinan Sebagai Alibi

Selasa, 08 Januari 2019, Januari 08, 2019

Kuningan (SATU) - Dalam aksi audiensi yang digelar oleh gabungan Ormas dan LSM ke gedung DPRD Kuningan, Selasa (8/1/2019), Plt. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kuningan H M Ridwan Setiawan menyatakan bahwa pembangunan pabrik pulpen di Kecamatan Cilimus didasarkan atas keprihatinan akan kondisi ekonomi di Kuningan.

Keperihatinan tersebut menurut Ridwan melihat kondisi Kabupaten Kuningan yang saat ini berada di peringkat dua sebagai Kabupaten / Kota termiskin di Jawa Barat.

"Pembangunan pabrik pulpen didasari atas dasar angka kemiskinan Kuningan yang berada di peringkat dua se Jawa Barat," kata Ridwan.

Menurut Ridwan, dengan adanya berbagai industri seperti pabrik pulpen saat ini diharapkan mampu menyerap tenaga kerja lokal yang pada akhirnya akan mengurangi jumlah pengangguran yang ada sehingga dapat menaikan taraf ekonomi Kuningan.

Pernyataan Ridwan tersebut ditanggapi oleh salah satu peserta audiensi, Manaf Suharnaf. Manaf menganggap bahwa pernyataan tersebut hanyalah sebuah alibi dari pihak eksekutif atas permasalahan yang saat ini tengah berkembang.

"Jangan jadikan kemiskinan, dan pengangguran sebagai alibi untuk melanggar aturan yang ada," tegasnya.

Lebih lanjut Manaf mengatakan dengan mengatasnamakan kemiskinan ataupun pengangguran bukan berarti aturan harus ditabrak secara terang-terangan, apalagi aturan ini sudah memiliki payung hukum yang sah.

Sementara itu Direktur Eksekutif ANCaR Institute, Tunggul Naibaho kembali menanggapi pernyataan Plt. Kepala Dinas PUPR sebagai sebuah alibi semata. Pasalnya menurut dia, jika memang tujuannya untuk mengurangi pengangguran, harusnya masyarakat sekitar dulu yang diberdayakan.

"Tidak ada masyarakat sekitar yang bekerja di pabrik tersebut, silahkan dikroscek," katanya.

Tunggul pun menyikapi pernyataan bahwa berdirinya pabrik pulpen tersebut atas dasar Diskresi dari pihak eksekutif. Menurutnya, apa yang dinamakan diskresi itu tidak bisa seenaknya saja untuk hal yang dikehendaki, apalagi menyoal pabrik pulpen ini sudah jelas ada aturan perda yang mengatur zonasinya.

"Diskresi itu tidak bisa seenaknya saja, apalagi ini sudah jelas ada aturan perda nya. Jangan sampai memperlihatkan adanya kepentingan tertentu dibalik diskresi ini," katanya.

Sekjen GASAK, Dadan Prasunardiansyah dalam pernyataannya kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak alergi dengan investasi, apalagi dapat memajukan Kuningan, namun dirinya sangat menyayangkan sikap pemerintahan yang secara terang-terangan menabrak aturan yang ada yang pada akhirnya mengindikasikan adanya kepentingan dari pihak tertentu.

"Sekali lagi kami tidak alergi dengan investasi, tapi ya jangan juga sampai melanggar aturan dong," tandasnya.

Sekedar informasi, bahwa atas permasalahan ini pihak legislatif yang saat itu diwakili oleh Toto Suharto kepada seluruh peserta audiensi menegaskan akan memanggil pihak eksekutif khususnya Bupati beserta jajarannya untuk menjelaskan perihal permasalahan tersebut.

.imam



TerPopuler