Pembangunan Rumah Sakit Terpadu Dihentikan, Ini Komentar Pengamat

Pembangunan Rumah Sakit Terpadu Dihentikan, Ini Komentar Pengamat

Selasa, 01 Januari 2019, Januari 01, 2019

Kuningan (SATU) - Polemik pembangunan Rumah Sakit Terpadu di Jalan Cut Nyak Dhien Kelurahan Cijoho Kecamatan Kuningan Kabupaten Kuningan nampaknya mulai mereda.

Berbagai pemberitaan di media massa baik cetak maupun elektronik mengenai polemik pembangunan rumah sakit pun kini mulai surut seiring dengan berhentinya aktifitas pembangunan di areal tersebut.

Terpantau oleh kuningansatu.com, Selasa (01/01/2019), di lokasi pembangunan rumah sakit terpadu pun nampak tidak ada lagi aktifitas dari para pekerja yang sebelumnya bekerja membangun gedung yang akan digunakan sebagai rumah sakit.

Tidak hanya itu, aktifitas keluar masuk kendaraan proyek pun jarang lagi terlihat di areal tersebut.

Menurut Dian (45) yang merupakan warga sekitar pembangunan rumah sakit, sudah beberapa hari ke belakang memang jarang terlihat aktifitas para pekerja di lokasi tersebut setiap kali ia melintas di depan lokasi.

"Mungkin karena hari ini tanggal merah jadi enggak ada yang kerja. Tapi kalau tidak salah sudah beberapa hari juga memang enggak ada yang kerja sih," ujar Dian.

Sebelumnya, pada beberapa pemberitaan media, H Rokhmat Ardiyan sebagai owner Puspita Cipta Group sekaligus pemilik rumah sakit terpadu yang tengah dalam pembangunan ini,  meyakinkan kepada wartawan bahwa pihaknya telah memiliki izin untuk membangun rumah sakit sehingga pembangunannya terus dilanjutkan.

Senada dengan Ardiyan, Bupati Kuningan H Acep Purnama pun dalam berbagai pemberitaan media menyatakan bahwa pembangunan rumah sakit terpadu tersebut akan tetap dilanjutkan karena memang telah memiliki izin.

Menanggapi hal tersebut, salah satu pengamat Kabupaten Kuningan, Hermawan mengatakan jika benar saat ini pembangunan rumah sakit tersebut dihentikan, maka pernyataan pemilik rumah sakit termasuk Bupati di berbagai media akan kembali dipertanyakan oleh masyarakat, terlebih jika penghentian pembangunan rumah sakit tersebut dikarenakan terkendala perizinan.

"Sebelumnya di beberapa media, owner dan Bupati mengatakan tidak ada masalah pada perizinan rumah sakit terpadu sehingga pembangunannya akan terus dilanjutkan, nah kalau benar saat ini pembangunan dihentikan, atas dasar apa dong? Terus siapa yang menghentikan," kata pria yang akrab disapa Wawan Wage ini dengan nada bertanya.

Lagipula, lanjut Wawan, kalau memang bermasalah atau melanggar baik perizinan atau hal lainnya, seharusnya sejak awal pembangunan nya dihentikan, jangan setelah ramai baru dihentikan.

"Kalau memang bermasalah dengan perizinan atau yang lainnya, kenapa tidak sejak awal dihentikan, kita kan punya Satpol PP. Jangan sampai ramai dulu baru dihentikan," kata Wawan.

Pria yang kini mengemban jabatan ketua DPC LBH Kosgoro Kabupaten Kuningan ini hanya mengingatkan kepada para pemangku kebijakan agar jangan karena sebuah kepentingan sehingga mengabaikan berbagai aspek pendukungnya.

"Kalau mau membangun ya kaji dulu berbagai aspeknya, urus dulu izinnya, jangan membangun dulu baru urus izin, itupun setelah ramai, nantinya pasti ada pihak yang pasti merasa dirugikan," katanya.

Selain itu Wawan juga sangat menyayangkan pernyataan dari beberapa anggota DPRD Kabupaten Kuningan yang terkesan tidak tahu menahu tentang permasalahan ini, padahal menurutnya fungsi dari legislasi sendiri itu salah satunya adalah pengawasan.

"Fungsi dewan kan salah satunya pengawasan, tapi kenapa dalam permasalahan ini seolah-olah tidak tahu menahu, atau mungkin pura-pura tidak tahu?," tandasnya.

.imam



















TerPopuler