Polemik Pabrik Pulpen "Menguap"

Polemik Pabrik Pulpen "Menguap"

Jumat, 18 Januari 2019, Januari 18, 2019

Kuningan (SATU) - Polemik pembangunan Pabrik Pulpen di Jalan Lingkar Timur Desa Sampora Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan yang diduga melanggar Peraturan Daerah Kabupaten Kuningan Nomor 26 Tahun 2011 tentang RTRW seolah menguap dan menghilang begitu saja.

Sebelumnnya gabungan Ormas dan LSM yang terdiri dari GASAK, GIBAS, PENJARA, dan LMPI sempat mengadakan audiensi dengan beberapa pihak terkait baik dari pihak eksekutif maupun legislatif menuntut kejelasan perihal aturan yang diduga dilanggar oleh pihak pabrik pulpen.

Dalam audiensi, pihak legislatif melalui Toto Suharto selaku pimpinan dewan berjanji akan memanggil Bupati beserta jajarannya terkait permasalahan ini, namun hingga kini dari pantauan kuningansatu.com belum juga ada pemanggilan terkait permasalahan tersebut. 

Meskipun sebelumnya sempat tersiar kabar bahwa gabungan Ormas dan LSM yang sempat melakukan audiensi tersebut akan menempuh langkah Class Action terkait permasalahan pabrik pulpen ini, namun hingga kini belum nampak langkah tersebut telah ditempuh.

Ketua LBH Kosgoro Kabupaten Kuningan, Hermawan saat dimintai tanggapan mengenai polemik pabrik pulpen ini mengatakan bahwa ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menindaklanjuti permasalahan ini jika orientasinya memang penegakan aturan.


"Class Action itu agak sulit karena sampai saat ini kita belum melihat adanya kerugian di masyarakat," kata pria yang akrab disapa Wawan Wage ini.


Yang paling memungkinkan, menurut Wawan, adalah menyikapi pelanggaran administrasi yang sudah sangat jelas terlihat bahwa pembangunan pabrik pulpen ini melanggar Perda yang ada dan masih berlaku.


"Jelas terlihat pelanggarannya, dan di dalam perda sendiri juga jelas sanksinya, tinggal ditegakan sesuai aturan, tugas kita itu menempuh proseduralnya," imbuhnya.


Itupun, kata Wawan, jika memang orientasinya kepada penegakan aturan yang ada. Namua Wawan enggan berkomentar ketika disinggung perihal orientasi lain dari permasalahan pabrik pulpen ini.


"Kalau orientasinya lain sih no comment, lah. Tinggal dikembalikan kepada masing-masing individunya itu mah," pungkas Wawan.


.imam


TerPopuler