Sri Laelasari, Perempuan dan Manajemen Keluarga

Sri Laelasari, Perempuan dan Manajemen Keluarga

Selasa, 22 Januari 2019, Januari 22, 2019

Kuningan (SATU) - Menjadi salah satu Calon Anggota Legislatif (Caleg) pada Pileg 2019 merupakan sebuah tanggungjawab yang sangat besar terutama dalam menampung dan menyuarakan aspirasi masyarakat yang ada.

Hal tersebut dirasakan betul oleh salah satu Caleg Daerah Pemilihan (Dapil 1) Kabupaten Kuningan asal Partai Gerindra, Sri Laelasari. Sebagai salah satu caleg yang menjadi simbol keterwakilan gender, sri mengungkapkan bahwa tugasnya ke depan jika terpilih akan sangatlah berat terutama dalam menanamkan pemahaman bahwa perempuan memiliki peran yang sangat penting di masyarakat khususnya dalam keluarga.

Bukan tanpa alasan Sri mengatakan hal tersebut, mengingat sampai saat ini peran perempuan dalam berbagai lini kehidupan masih dipandang sebelah mata padahal sejatinya perempuan sendiri memiliki kesempatan yang sama untuk bisa berkarya dan menopang kehidupannya.

"Perempuan sejatinya memiliki kesempatan dan peluang yang sama, bahkan bisa dikatakan sebagai kunci bagi keberlangsungan di segala lini kehidupan," katanya saat ditemui kuningansatu.com, Selasa (22/01/2019).

Wanita yang juga sebagai salah satu aktivis sosial di Kabupaten Kuningan ini menganalogikan secara sederhana betapa pentingnya peran seorang perempuan dalam kehidupan terutama dalam lingkup kecil keluarga.

Menurutnya, dalam lingkup kecil keluarga, seorang perempuan dapat dikatakan sebagai seorang manajer yang mengemban tugas berat untuk bisa menjaga keseimbangan sehingga keberlangsungan kehidupan berkeluarga dapat tetap utuh.

Bagaimana tidak, lanjut Sri, jika dalam keluarga peran seorang laki-laki adalah memenuhi kebutuhan keluarga yang salah satunya adalah materi, maka setelah kewajiban seorang laki-laki itu terpenuhi selanjutnya adalah tugas perempuan yang tentunya harus dapat mengatur hal tersebut dengan baik agar kelangsungan keluarga dapat terus berjalan.

"Manajemen keluarga itu pusatnya ada pada perempuan, meskipun laki-laki yang memiliki peran utama dalam pemenuhan kebutuhannya," ujar Sri.

Lebih lanjut Sri mengungkapkan, seperti halnya sebuah perusahaan yang memiliki kapasitas modal yang sangat besar, namun tidak memiliki manajemen yang baik, perusahaan tersebut tidak akan berlangsung lama, dan kebangkrutan lah resiko yang harus ditanggung. Hal tersebut pun berlaku dalam sebuah keluarga, sebesar apapun penghasilan seorang laki-laki (Suami) tetap tidak akan berguna jika tanpa ada manajemen yang baik dari seorang perempuan (Istri) yang berujung pada hancurnya rumah tangga (perceraian) seperti yang saat ini banyak terjadi.

Sri sangat menyayangkan dengan banyaknya kasus perceraian saat ini yang dilatarbelakangi oleh faktor ekonomi, padahal menurutnya tidak sepenuhnya faktor ekonomi lah yang menjadi penyebabnya, karena banyak juga keluarga dengan tingkat ekonomi yang tinggi namun tetap terjadi adanya perceraian tersebut begitu pula sebaliknya yakni keluarga dengan ekonomi rendah namun dapat menjaga keutuhan rumah tangga.

Hal tersebut menunjukan bahwa betapa pentingnya manajemen keluarga dari seorang perempuan. Untuk itu tugas besarnya saat ini dan jika terpilih nanti adalah bagaimana menanamkan mental kepada perempuan yang ada khususnya di Kabupaten Kuningan ini agar dapat menjadi manajer dalam keluarga dengan memanfaatkan peluang-peluang yang ada demi membantu menopang kehidupan keluarga.

Meski demikian, peran perempuan sendiri sebagai manajer di keluarga tidak mengabaikan kodratnya sendiri, sehingga apa yang saat ini ia tanamkan dalam setiap sosialisasinya adalah bagaimana memahami kodrat sebagai seorang perempuan dan seorang istri serta bagaimana perannya membantu menopang kehidupan ekonomi keluarga.

"Saya selalu tanamkan dalam setiap sosialisasi khususnya kepada para perempuan untuk memahami kodratnya serta bagaimana peran perempuan dalam membantu menopang kehidupan ekonomi keluarga," jelas Sri.

Selain itu ia pun selalu menawarkan solusi dan menyerap aspirasi dari masyarakat yang ia temui dalam sosialisasinya khususnya dalam hal pemberdayaan wanita.

"Banyak aspirasi yang saya dapatkan saat turun ke masyarakat khususnya dalam pemberdayaan perempuan, itu PR saya untuk memberikan solusinya," tandasnya.

.imam


TerPopuler