Air Waduk Darma Tercemar ?

Air Waduk Darma Tercemar ?

Jumat, 01 Februari 2019, Februari 01, 2019

Kuningan (SATU) - Pencemaran air waduk Darma di Kabupaten Kuningan akibat adanya ribuan Keramba Jaring Apung (KJA) telah berdampak pada kualitas air waduk.

Padahal air waduk Darma selama ini menjadi sumber air PDAM Tirta Kemuning untuk dikonsumsi masyarakat.

Sesuai hasil penelitian pihak BBWS Cimancis, tingkat pencemaran air waduk tersebut sudah jauh di ambang batas. Pencemaran air waduk tersebut sebagian besar akibat adanya aktivitas budi daya ikan dalam KJA di waduk tersebut.

Pihak PDAM Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan mengakui adanya penurunan kualitas air di waduk Darma. Dan untuk tetap menjaga kualitas air baku dari waduk Darma pihak PDAM Tirta Kamuning menambah dosis zat Poly Alumunium Chloride (PAC) guna penjernihan air dan zat kaporit untuk membunuh dispektan atau bakteri.

Kepala Divisi Trandis PDAM Tirta Kamuning, Maman Hermansyah, mengatakan PDAM Kuningan hanya menyerap air yang berasal dari waduk darma 85 liter/per detik, yang disalurkan ke wilayah Kecamatan Darma, Kecamatan. Kuningan dan Luragung.

"Air dari waduk Darma yang kita manfaatkan hanya 85 liter/per detik," kata Maman kepada kuningansatu.com, Kamis (31/01/2019).

Maman menambahkan pihaknya setiap bulan melakukan pengecekan kualitas air waduk Darma ke Labkesda.

Ditempat yang sama, Syarif Hidayah dari bagian Divisi Produksi mengatakan, pencemaran atau pengurangan kualitas air baku di waduk Darma memang berasal dari kimia organik yang berasal dari pakan ikan KJA, dan sedimen lumpur yang berada di bawah waduk sehingga banyak menimbulkan bakteri.

"Pencemaranya, selain dari pakan ikan dan juga sedimen lumpur. Kan sudah lama waduk Darma tidak pernah dikeruk," jelas Syarif.

Syarif menuturkan bahwa pihak PDAM setiap bulan selalu mengecek kadar air baku yang berasal dari waduk darma tersebut dengan mengambil sample air yang di cek langsung ke Labkesda Kuningan.

Dan Penanganan yang dilakukan agar air tetap layak dikonsumsi pihak PDAM melakukan penambahan dosis zat Poly Aluminium Chloride guna penjernihan air dan zat kaporit untuk membunuh bakteri.

"Kita tambah dosisnya, sehingga air tetap aman dikonsumsi," jelas Syarif.

Lebih lanjut Syarif menyakinkan bahwa setiap bulannya juga dilakukan pemeriksaan terhadap standar mikro biologi pada air dan untuk fisika kimianya dilakukan pengecekan per enam bulan sementara untuk air baku juga diperiksa setiap tahun sehingga kualitas air baku yang berasal dari waduk darma masih bisa dikatakan aman untuk di konsumsi.

.imam

TerPopuler