Siapa Dalang Dibalik Pemalsuan Stempel dan Tanda Tangan BPD Kalapagunung?

Siapa Dalang Dibalik Pemalsuan Stempel dan Tanda Tangan BPD Kalapagunung?

Kamis, 14 Februari 2019, Februari 14, 2019

Kuningan (SATU) - Kasus pemalsuan tanda tangan dan stempel BPD Desa Kalapagunung Kecamatan Kramatmulya yang saat ini mencuat rupanya terus bergulir dan mengundang reaksi keras dari masyarakat setempat. Dari informasi yang diterima kuningansatu.com, Sekretaris Desa Kalapagunung, Ahmad Taufik yang diduga melakukan hal tersebut bahkan sempat dipolisikan oleh masyarakat atas apa yang terjadi.

Reaksi keras terhadap perbuatan yang diduga dilakukan oleh Sekdes ini pun ditunjukan oleh masyarakat dengan memasang sapanduk yang bertuliskan "Meja Hijaukan Sekdes Kalapagunung Atas Pemalsuan Tanda Tangan dan Stempel BPD" yang dipasang di salah satu lokasi di Desa Kalapagunung. Tidak hanya itu, masyarakat juga menggelar audiensi kepada pihak Desa dengan tuntutan agar permasalahan ini dilanjutkan ke ranah hukum.

Merasa tidak terima terus disudutkan atas tuduhan pemalsuan tanda tangan dan stempel BPD dalam kaitannya dengan APBDes Perubahan tahun 2018, Ahmad Taufik akhirnya angkat bicara.

Kepada kuningansatu.com, Kamis (14/02/2019) pria yang akrab disapa Taufik ini mengungkapkan bahwa jika masyarakat memang ingin permasalahan ini dilanjutkan ke ranah hukum, maka dirinya secara pribadi pun siap untuk membuka kebenaran akan permasalahan ini dari awal sampai akhir.

"Saat ini saya sangat disudutkan, seolah-olah saya adalah pelaku tunggal. Kalau memang masyarakat menuntut untuk diranah hukumkan, maka saya pun akan membuka semua kebenarannya," tandasnya.

Dijelaskan olehnya, bahwa dalam penyusunan APBDes Perubahan Desa Kalapagunung pada bulan Oktober 2018 lalu ada beberapa poin yang memang harus disesuaikan sehingga adanya perubahan pada pendapatan Desa.

"Ada beberapa perubahan, khususnya berkaitan dengan pendapatan Desa, sedangkan waktu sudah mepet untuk menyetorkan APBDes Perubahan, karena kalau lewat bulan Oktober kan tidak bisa diterima," jelasnya.

Taufik sendiri mengakui, bahwa dirinya yang menandatangani tanda tangan Ketua BPD, itupun menurutnya atas adanya instruksi. Namun dirinya mengelak ketika masalah pemalsuan stempel BPD pun ditujukan kepadanya.

"Saya akui soal tanda tangan, tapi itupun atas adanya instruksi. Kalau soal stempel mohon maaf itu bukan saya yang melakukan, jadi kalau saya disudutkan sebagai pelaku tunggal, saya tidak akan terima, dan saya akan buka semuanya," tegas Taufik.

Kepala Desa Kalapagunung Drs. Aep Saepudin saat dikonfirmasi melalui sambungan selularnya oleh kuningansatu.com mengatakan bahwa permasalahan ini sebenarnya sudah clear sebelumnya dengan adanya ishlah antara pihak Desa dengan BPD. Menurutnya reaksi yang terjadi itu hanya dilakukan oleh segelintir masyarakat saja.

"Sebelumnya pun sudah dilakukan ishlah antara pihak Desa dan BPD. Soal reaksi dari masyarakat, itu hanya segelintir masyarakat saja," katanya.

Sementara itu Ketua BPD Kalapagunung Dedi Suhandi saat juga dikonfirmasi melalui sambungan selularnya seolah menghindar dan tidak memberikan penjelasan apapun terkait permasalahan ini.

.idos


TerPopuler