Soal Video "Laknat", Bawaslu Jabar Turun Tangan

Soal Video "Laknat", Bawaslu Jabar Turun Tangan

Minggu, 17 Februari 2019, Februari 17, 2019


Kuningan (SATU) - Beredarnya sebuah rekaman video berdurasi 44 detik yang memperlihatkan sosok Bupati Kuningan Acep Purnama yang meminta para kepala desa dan perangkat desa untuk memilih calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo di berbagai media sosial menuai tanggapan masyarakat.


Dalam video tersebut, Acep menyinggung peran Jokowi yang 'nyawer' desa seluruh Indonesia dengan Dana Desa.

"... goncang ekonomi Indonesia tidak akan, karena apa? Ada penguatan dana desa. Jokowi nyawer ka desa-desa, sehingga desa bisa dibangun, kepala desa bisa kaangkat harkat, darajat, dan martabatna karena berhasil memimpin di desanya," ujar Acep dalam video tersebut. 

"Makanya sampaikan kepada kepala desa dan perangkat desanya, lamun aya nu teu ngadukung Jokowi itu berarti laknat, bodoh....," katanya. 

Dilansir dari cnnindonesia.com, Minggu (17/02/2019), Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Barat Zaki Hilmi mengaku sudah memproses kasus ini. Dia menyebut ada kemungkinan ucapan Acep itu bisa masuk kategori kampanye atau ujaran kebencian.

"Kami sudah menangani hal ini apakah masuk kategori kampanye, terkait ucapan tersebut, apakah masuk kategori ujaran kebencian. Nanti biar Bawaslu Kuningan yang menangani karena locus delicti (lokasi kejadian)-nya di Kuningan, kemarin kan itu?" tuturnya. 

Meski demikian, Zaki juga menyebut pihaknya tetap turun tangan menindaklanjuti kasus itu. 

"Besok kita akan turun juga ke lapangan untuk melakukan kajian," tutup dia.

.imam


TerPopuler