Pembangunan Kuningan Superblok Berlanjut?

Pembangunan Kuningan Superblok Berlanjut?

Selasa, 26 Maret 2019, Maret 26, 2019

Kuningan (SATU) - Lama tak terdengar, kelanjutan Mega Proyek Kuningan Superblok Mall rupanya kembali mencuat di lingkup Setda kabupaten Kuningan. Pekerjaan yang sempat dihentikan, sepertinya dalam waktu dekat diduga akan segera kembali dilanjut. Pantauan media di lokasi,  terlihat aktifitas kendaraan proyek yang tengah melakukan pengerjaan badan jalan yang menghubungkan Jalan Siliwangi dan Jalan Soekarno Hatta (Lingkar Cijoho).

Pembangunan Kuningan Superblok Mall yang dibangun PT. Puspita Cipta Group pimpinan H. Rohmat Ardian S.Sos, MM sebagai developer ini pada kenyataannya masih menimbulkan pro dan kontra baik dikalangan pemerintah maupun masyarakat.

Di satu sisi bisa membuka lapangan kerja, namun di sisi lain bisa memberikan dampak negatif bagi kelangsungan pasar tradisional yang ada.

Jika pada kenyataannya mega proyek ini kembali dilaksanakan, permasalahan kesesuaian dengan Tata Ruang Kabupaten Kuningan pun patut menjadi pertimbangan berbagai pihak terkait, terlebih kejelasan faktor perizinan. 

Menanggapi adanya kabar tersebut, Kepala Bidang Tata Ruang dinas PUPR kabupaten Kuningan, Juhana S.Sos pun angkat bicara tentang kelanjutan pembangunan mega proyek tersebut. Menurutnya kalau dikaji dari sudut tata ruang, letak dan lokasi Kuningan Superblok tidak sesuai dengan tata ruang Kabupaten Kuningan.

“Tentang kelanjutan rencana pembangunan KSB sampai saat ini kami dari Bidang Tata Ruang dinas PUPR kabupaten Kuningan belum menerima berkasnya. Termasuk Site Plan-nya pun kami belum menerima dari pihak H. Ardian sebagai developer. Makanya dulu saya sempat minta pihak Pol PP untuk menghentikan pekerjaannya”, jelas Juhana.

Ketidaksesuaian mega proyek tersebut, menurut Juhana, mengingat Kabupaten Kuningan ini merupakan Kabupaten Konservasi yang mana di lokasi yang saat terdapat aktivitas pembuatan jalan terdapat sumber air yang harus dilestarikan. 

“Kami lebih cenderung dilokasi itu dilestarikan dengan dibangun tempat wisata, RTH, hutan kota dan sejenisnya. Karena disitu ada sumber mata air yang harus dilestarikan. Selain itu polusi dari kendaraan bisa dinetralisir dengan adanya Ruang Terbuka Hijau di tengah kota Kuningan”, tuturnya.

Juhana pun menambahkan dengan adanya pembangunan jalan, otomatis menggangu penyerapan air di daerah tersebut karena pasti ada pengerasan. Padahal dulu waktu pembahasan di BKPRD (sekarang TKPRD) sumber mata air dan pepohonan yang ada di situ menjadi salah satu syarat yang wajib dilestarikan.

Menyikapi hal tersebut, H. Rohmat Ardian melalui staf bidang humas PT.  Puspita Cipta Group, Ratna, menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada kelanjutan mengenai rencana pembangunan Kuningan Superblok seperti yang ramai dibicarakan. 

Menurutnya adapun aktifitas yang berlangsung saat ini adalah membenahi lokasi tersebut terutama saluran air dan sekedar merapihkan areal sekitar. 

"Kalau dibilang proyek Kuningan Superblok ini dilanjutkan itu tidak benar, kami sekarang sedang berbenah saja terutama membenahi saluran air yang ada," katanya. 

Soal pihak Dinas yang belum menerima Site Plan, Ratna menjelaskan bahwa memang pihaknya tidak mengajukan karena memang belum ada rencana lokasi tersebut akan digunakan untuk apa.

"Soal Site Plan memang kita tidak mengajukan, karena kita juga belum tahu lokasi tersebut untuk apa ke depannya, " jelas Ratna. 

.imam

TerPopuler