Sekdes Kalapagunung : Jika Tidak Ada Keadilan, Saya Lebih Baik Mundur

Sekdes Kalapagunung : Jika Tidak Ada Keadilan, Saya Lebih Baik Mundur

Jumat, 01 Maret 2019, Maret 01, 2019

Kuningan (SATU) - Polemik yang terjadi di Desa Kalapagunung Kecamatan Kramatmulya tentang dugaan pemalsuan tanda tangan dan stempel BPD ternyata terus berlanjut.

Permasalahan yang pada akhirnya diketahui melibatkan beberapa orang perangkat desa termasuk Kepala Desa sendiri ini meski sempat diselesaikan dengan cara musyawarah yang difasilitasi oleh pihak Kecamatan dan Polsek setempat masih mengundang ketidakpuasan dari beberapa pihak salah satunya Sekretaris Desa, Ahmad Taufik.

Secara pribadi, Taufik yang saat ini telah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Sekretaris Desa merasa kecewa dengan apa yang dihasilkan dari musyawarah tersebut.

Menurutnya, dalam musyawarah dengan pihak Kecamatan, akhirnya diketahui bahwa selain dirinya beberapa perangkat Desa lainnya pun ikut terlibat dalam permasalahan tersebut termasuk Kepala Desa sendiri.

"Dalam musyawarah waktu itu semua yang terlibat kan mengakui, termasuk Kepala Desa sebagai pihak yang menginstruksikan hal tersebut," ujar Taufik kepada kuningansatu.com, Jum'at (1/3/2019).

Kekecewaan Taufik sebenarnya adalah terhadap rotasi jabatan yang dilakukan sebagai bentuk sanksi dari permasalahan tersebut kepada semua pihak yang terlibat yang dianggap tidak adil, pasalnya Kepala Desa sendiri yang ikut terlibat tidak sedikitpun dikenai sanksi.

"Kepala Desa sendiri kan ikut terlibat, tapi kenapa tidak dikenai sanksi, padahal dalam masalah ini kan dia yang menginstruksikan," tandas Taufik.

Secara pribadi kepada dirinya, Taufik merasa bukan hanya sanksi secara rotasi jabatan saja yang diterimanya, namun yang terberat adalah sanksi secara sosial dari masyarakat yang akhirnya menimbulkan stigma negatif yang mungkin melekat pada pribadinya.

Dalam permasalahan ini, Taufik hanya meminta keadilan, jika memang yang terlibat bukan hanya dirinya agar sanksi tersebut pun juga dikenakan terhadap semua yang terlibat agar tidak terkesan tebang pilih kepada pihak tertentu.

"Kalau seperti ini jelas bahwa hukum itu hanya tajam ke bawah sedangkan tumpul ke atas, dimana nilai keadilannya?" keluhnya.

Akibat dari permasalahan ini pun secara pribadi dirinya sangat terbebani terutama secara sosial, bahkan menurutnya jika memang dalam permasalahan pihak berwenang ini tidak bisa berlaku adil khususnya terhadap semua yang terlibat, dirinya lebih memilih untuk mengundurkan diri dari perangkat Desa karena merasa iklim yang dibangun sudah tidak sehat lagi.

"Kalau begini saya lebih baik mundur dari perangkat Desa, karena iklim yang dibangun sudah sangat tidak sehat," tandasnya.

Taufik pun berharap kepada pihak-pihak terkait dapat berlaku adil dalam permasalahan ini agar tidak terkesan tebang pilih, apalagi mengindikasikan bahwa hukum itu tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

.imam



TerPopuler