5 Tahun Dipasung, ODGJ Ini Akhirnya Bebas

5 Tahun Dipasung, ODGJ Ini Akhirnya Bebas

Selasa, 18 Juni 2019, Juni 18, 2019

Kuningan (SATU) - Lima tahun dipasung karena mengalami gangguang jiwa, AS, NA, SA yang merupakan warga Kecamatan Lebakwangi ini akhirnya dibebaskan dan kembali menjalani aktifitasnya di tengah-tengah masyarakat.

Menurut Lukman Mulyadi selaku koordinator Rumah Antara Graha Berdaya yang berjuang dalam penanganan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), ketiganya dibebaskan dari pasung karena dinilai telah mengalami perkembangan dan perubahan perilaku yang lebih baik bahkan salah satunya telah beraktifitas kembali seperti masyarakat pada umumnya.

"Mereka dibebaskan dari pasungan karena telah mengalami perubahan perilaku yang cukup baik, bahkan salah satunya sudah beraktifitas kembali di tengah masyarakat seperti biasa," katanya.

Lukman menjelaskan, bahwa gangguan kejiwaan yang dialami ketiganya dilatarbelakangi oleh beberapa faktor, diantaranya tekanan ekonomi, genetik, dan faktor-faktor lainnya.

Pemasungan ketiganya sendiri, kata Lukman, didasari atas kekhawatiran keluarga karena sebelumnya akibat gangguan kejiwaan tersebut perilaku ketiganya terkadang sulit dikendalikan.

"Keluarga khawatir dengan perliku mereka sebelumnya yang terkadang mengamuk dan menghancurkan barang-barang yang ada di rumah," jelas Lukman.

Selain itu, alasan lainnya adalah pihak keluarga lebih khawatir jika mereka melakukan aktifitas menggelandang yang akhirnya sulit untuk ditemukan.

Melaui program edukasi secara mental dan sosial yang dilakukan oleh Graha Berdaya beserta keluarganya, Lukman mengakui bahwa sudah banyak ODGJ yang kembali ke kehidupannya sebagai masyarakat.

"Dalam enam bulan terakhir ini tercatat ada enam ODGJ yang sudah dibebaskan dari pasung dan kembali ke tengah-tengah keluarga dan masyarakat," ungkapnya.

Lukman berharap dengan adanya hal ini, masyarakat dapat memahami bahwa ODGJ itu bukan sesuatu hal yang perlu ditakuti, karena menurutnya mereka pun sama seperti masyarakat lainnya yang memiliki hak dalam kehidupan.

Terkait penanganan ODGJ pun Lukman mengatakan bahwa hal tersebut merupakan tanggungjawab seluruh elemen masyarakat yang ada, karena tanpa adanya kerjasama antar elemen masyarakat, penanganan ODGJ tidak akan pernah tuntas.

"Mereka pun sama seperti kita, memiliki hak sebagai masyarakat, maka dari itu penanganannya pun menjadi tanggungjawab kita bersma," tandasnya.

.imam

TerPopuler