Dari Dalam, PKL Taman Kota Pindah ke Trotoar

Dari Dalam, PKL Taman Kota Pindah ke Trotoar

Sabtu, 15 Juni 2019, Juni 15, 2019

Kuningan (SATU) - Pasca himbauan Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, DR. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si tentang larangan kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk berjualan di areal dalam Taman Kota, Sabtu (15/6/2019) lokasi tersebut nampak steril dari PKL.

Meski demikian, langkah tersebut dinilai sebagian masyarakat khususnya pengunjung taman masih kurang efektif dalam menciptakan kenyamanan bagi para pengunjung taman.

Hal tersebut dikarenakan PKL yang semula berjualan di areal dalam taman kini justru berpindah tempat ke trotoar yang ada di sekeliling taman dan kembali menimbulkan ketidaknyamanan para pengunjung.

Adanya PKL yang berjualan di sepanjang trotoar justru mengganggu aktifitas pejalan kaki di seputaran taman karena lapak-lapak PKL menutup hampir sebagian besar trotoar yang ada.

"Sekarang PKL malah numpuk di trotoar, jadinya tetep saja kurang nyaman khususnya untuk pejalan kaki," kata Eki yang merupakan salah seorang pengunjung taman kota kepada kuningansatu.com.

Diakui Eki, meski areal dalam sudah menjadi lebih nyaman karena tidak ada lagi PKL, namun menumpuknya PKL di trotoar juga dinilai tetap mengurangi nilai kenyamanan pengunjung, bahkan di akhir pekan karena ramai akhirnya menimbulkan kemacetan karena trotoar tidak bisa lagi digunakan untuk pejalan kaki.

"Karena trotoarnya tidak bisa dipakai oleh pejalan kaki, akhirnya banyak yang lalu lalang di luar trotoar, akhirnya menimbukan kemacetan juga," ujarnya.

Foto : kuninganmass.com
Sementara itu, salah satu PKL di taman kota yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa dirinya memilih memindahkan lapak dagangannya di trotoar samping taman karena memang tidak ada pilihan lain.

"Penghasilan dari berjualan di sini sudah lumayan mas, kalau harus pindah dari sini saya harus mulai dari nol lagi," katanya.

Menurutnya, kalaupun memang di areal dalam taman kota tersebut memang melanggar aturan kenyamanan dan kebersihan untuk PKL berjualan, mestinya sejak awal dilarang.

"Kalau memang tidak boleh kenapa tidak dari awal saja dilarang, kita kan sudah lama berjualan di sini," ungkapnya.

Selain itu, kalau larangan berjualan itu dasarnya adalah kebersihan dan kenyamanan, ia beserta para pedagang lain tidak lepas tanggung jawab untuk itu, terlebih menurutnya ada iuran yang dikumpulkan dari para pedagang untuk masalah kebersihan.

"Soal kebersihan kan di sini kita ada iurannya, jadi kita juga sudah bertanggungjawab untuk itu," tandasnya.

Sebagai masyarakat kecil, ia bersama para pedagang lain hanya berharap agar pemerintah bisa memberikan solusi kepada mereka, karena berjualan di areal taman kota tersebut sudah menjadi mata pencaharian untuk menghidupi keluarga.

"Kami cuma minta solusi, jangan sampai dari dalam pindah ke luar, di luar dilarang lagi kami mau kemana? Berjualan di taman kota sudah jadi sumber penghasilan untuk menghidupi keluarga kami," tandasnya.

.imam


TerPopuler