Graha Berdaya Bebaskan ODGJ Dari Pasung

Graha Berdaya Bebaskan ODGJ Dari Pasung

Selasa, 18 Juni 2019, Juni 18, 2019

Kuningan (SATU) - Penanganan masalah ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) saat ini menjadi salah satu fokus Pemerintah Daerah. Berdasarkan data, di Kabupaten Kuningan ini terdapat 2.232 penderita gangguan jiwa.

Bekerjasama dengan berbagai pihak, penanganan ODGJ di Kabupaten Kuningan ini dari hari ke hari semakin gencar. Munculnya unit rawat inap bagi penderita gangguan jiwa di salah satu rumah sakit yang ada di Kabupaten Kuningan ini menjadi bukti bahwa penanganan terhadap ODGJ memang sudah mulai menjadi fokus.

Selain pemerintah, peran serta masyarakat dengan berbagai wadah pun turut memiliki andil dalam hal penanganan masalah ODGJ.

Salah satu wadah masyarakat yang turut andil dalam penangan permasalahan ODGJ adalah Rumah Antara Graha Berdaya yang terletak di Desa Cinagara Kecamatan Lebakwangi.

Lukman Mulyadi selaku koordinator Rumah Antara Graha Berdaya mengatakan bahwa wadah yang dikelolanya ini merupakan sebuah lembaga integrasi pasca rawat antara rumah sakit dan keluarga bagi para penderita gangguan jiwa.

Rumah Antara Graha Berdaya ini sendiri berperan dalam memberikan pelayanan psikososial advokasi eksekusi serta pengawasan minum obat bavi warga binaan Graha Berdaya.

"Tugas kita di sini adalah memberikan pelayanan bagi warga binaan terutama pelayanan psikososial advokasi eksekusi," jelas Lukman.

Menurut Lukman, visi lembaganya saat ini adalah bagaimana mewujudkan Kabupaten Kuningan ini menjadi Kabupaten yang ramah dan bebas dari pasung bagi para penderita ODGJ.

Dalam enam bulan terakhir ini, kata Lukman, pihaknya sudah membebaskan enam penderita gangguan jiwa yang dipasung oleh pihak keluarganya, termasuk yang terbaru adalah tiga orang ODGJ warga kecamatan Lebakwangi.

Tiga orang penderita gangguan jiwa yang terbaru dibebaskan dari pasungan, menurut Lukman telah lama mengalami gangguan jiwa dan perilakunya sangat mengganggu baik keluarga maupun lingkungan sekitar.

Tiga orang penderita gangguan jiwa itu antara lain AS, SA, NA yang telah dipasung sekitar lima tahun oleh keluarganya.

"Ketiga ODGJ yang baru kita bebaskan sudah sekitar lima tahun mengalami pemasungan karena, alasannya karena keluarga sudah merasa bosan mereka merusak rumah, menghancurkan barang bahkan menggelandang " jelas Lukman.

Pembebasan tiga orang penderita gangguan jiwa tersebut didasari atas adanya perubahan perilaku yang lebih ramah. Hal tersebut tentunya berkat edukasi yang dilakukan oleh Graha Berdaya selama ini terhadap ODGJ tersebut.

"Alhamdulillah setelah selama ini kita edukasi, tiga ODGJ ini bisa kita lepaskan dari pasungan, bahkan salah satunya ada yang sudah kembali membaur dengan masyarakat dan bekerja," ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Lukman, penanganan ODGJ harus dilakukan secara tuntas dan bersama sama antara masyarakat dan aparatnya jangan ada ego sentris agar masalah yang ada dapat terselesaikan satu persatu.

"Penanganan ODGJ ini harus dilakukan secara tuntas yang melibatkan semua pihak, karena mereka pun sama seperti kita, memiliki hak untuk diakui bukan untuk ditakuti," katanya.

Ke depan, Lukman bersama lembaganya ini akan terus berjuang demi menyelesaikan berbagai permasalahan ODGJ yang ada, tentunya dengan peran serta dan dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah di berbagai tingkatan.

.imam 

TerPopuler