Belasan Warga Diduga Jadi Korban Penipuan Travel Haji Darul Ulum

Belasan Warga Diduga Jadi Korban Penipuan Travel Haji Darul Ulum

Kamis, 11 Juli 2019, Juli 11, 2019

Kuningan (SATU)  - Darul Ulum Grup yang merupakan sebuah Perusahaan Travel Haji dan Umroh dibawah naungan PT Karsa Pelita Wisata diduga telah melakukan penipuan terhadap 13 calon jamaah. Biro Haji dan Umroh ini diduga melakukan penipuan karena banyak nasabah mengaku tidak diberangkatkan meski telah melakukan pembayaran secara lunas. 

Salah satu narasumber yang menjadi korban mengatakan bahwa total korban seluruhnya berjumlah 13 orang yang telah terdaftar dan berasal dari wilayah Ciniru Pakembangan dengan warga Desa Mekarwangi.

"Dari Ciniru saja ada 7 orang dan dari Mekarwangi ada 3 orang yang lainnya lupa lagi," tuturnya kepada kuningansatu.com, Rabu (10/7/2019).

Awalnya, tidak ada kecurigaan terhadap travel yang diketahui dikelola oleh H. Jajang ini karena pengelola travel itu sendiri merupakan orang dekat. Namun kecurigaan muncul setelah beberapa lama ternyata tidak juga ada pemberangkatan terhadap jemaah yang telah terdaftar dan melunasi pembayaran.

Beberapa kali jamaah yang telah terdaftar sempat mempertanyakan perihal keberangkatan tersebut kepada pengelola, namun hanya janji dan janji yang diberikan oleh pengelola hingga saat ini.

"Saya dan keluarga berkali-kali mendatangi H. Jajang untuk mempertanyakan dan beberapa kali juga pihaknya berjanji akan memberangkatkan, namun hingga kini tidak ada realisasinya," katanya.

Tidak juga mendapatkan kejelasan perihal pemberangkatan, jemaah yang merasa kesal akhirnya meminta uang kembali kepada pengelola,  namun sampai hari ini belum ada kabar terkait keberangkatan ataupun pengembalian uang tersebut.

"Terakhir dia menjanjikan tanggal 26 juni katanya akan bisa berangkat namun setelah saya cari tahu info terkait tanggal tersebut bahwasanya itu tidak akan mungkin berangkat karena menjelang bulan Haji itu mekah udah steril dan tidak ada perjalanan umroh," jelasnya.

Untuk pendaftaran umroh lewat Darul Ulum , imbuh narasumber, dipatok dengan biaya sebesar 26 juta rupiah, sedangkan berdasarkan data jumlahnya ada sekitar 13 orang yang mendaftar, sehingga jika dikalikan dari jumlah total pendaftaran dan jumlah jemaah itu mencapai 338 juta.

"Secara pribadi kan tidak hanya melihat kesana tetapi beban moral yang harus ditanggung oleh jamaah, karena keluarga saya saja sebelumnya sudah membeli ini beli itu sampe tukar uang buat di berikan kepada sodara-sodaranya jadi mau gimana pak kalau sudah gitu," tanyanya.

Sementra itu H Jajang selaku pengelola Darul Ulum ketika dikonfirmasi media mengatakan bahwa sebenarnya secara pribadi dirinya pun merasa tertipu oleh pihak kantor pusat yang ada di Jakarta. 

"S. ebenarnya saya tertipu pak oleh pihak dari jakarta, saya harus mengembalikan uang secepatnya," kilahnya.

.imam

TerPopuler