Bukan Hanya "Heman Ka Budak" Yang Disurati Satpol PP

Bukan Hanya "Heman Ka Budak" Yang Disurati Satpol PP

Selasa, 23 Juli 2019, Juli 23, 2019

Kuningan (SATU)  - Acara Helaran Mingguan Kesenian dan Kebudayaan Kuningan (Heman Ka Budak) yang digelar di Jalan Siliwangi tepatnya di samping Masjid Agung Syiarul Islam setiap hari Minggu dalam ajang Car Free Day, baru-baru ini tengah hangat diperbincangkan oleh berbagai kalangan masyarakat.

Hangatnya perbincangan perihal acara yang bertajuk Ngamumule Seni dan Budaya Sunda ini dikarenakan belum lama ini tersiar kabar bahwa acara tersebut diperintahkan untuk berpindah lokasi oleh pihak Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kuningan.

Menanggapi adanya kabar tersebut, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kuningan, Indra Purwantoro, S.AP mengatakan bahwa hal tersebut merupakan sebuah kesalahfahaman.

Menurut Indra, berdasarkan surat himbauan Nomor : 300/1107/Tribum Tranmas yang dikeluarkan Satpol PP Kabupaten Kuningan tanggal 15 Juli 2019 dan ditujukan Kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bahwa dalam rangka menjaga ketertiban dan keyamanan pelaksanaan Car Free Day, maka dihimbau agar acara Heman Ka Budak digeser sejauh 10 meter ke arah barat. 

Hal tersebut, kata Indra, dilakukan atas dasar adanya aduan dari masyarakat sekaligus agar tidak terjadi penumpukan penonton yang akhirnya dirasa mengganggu kenyamanan para pejalan kaki di arena Car Free Day.

"Kami tidak memindahkan, hanya untuk menghindari penumpukan penonton serta demi kenyamanan para pejalan kaki saat Car Free Day, dimohon agar menggeser lokasi kegiatan sejauh 10 meter ke arah barat," kata Indra di ruang kerjanya, Rabu (23/7/2019).

Adapun himbauan tersebut, imbuh Indra, juga dikeluarkan atas dasar aduan masyarakat yang merasa fungsi dari Car Free Day sendiri yang saat ini telah jauh berubah terutama dirasa sesak dengan banyaknya kegiatan yang menutupi lajur jalan siliwangi yang digunakan sebagai lokasi Car Free Day.

"Sejak pertama digelar hingga kini, fungsi Car Free Day dirasa sudah berubah, sehingga kini kita berusaha kembalikan ke fungsi semula untuk pejalan kaki khususnya berolahraga," katanya. 

Soal penertiban ini, Indra juga menjelaskan bahwa tidak hanya terhadap kegiatan Heman Ka Budak, karena beberapa kegiatan lain pun kita himbau agar kegiatannya tidak mengganggu aktifitas pejalan kaki. 

"Kita tertibkan semua, termasuk PKL yang berjualan di tengah. Surat pun kita kirimkan kepada beberapa penyeleggara kegiatan senam yang kegiatannya menutupi jalan siliwangi,  seperti Surya dan Griya, serta beberapa kegiatan lainnya," jelasnya.

Secara pribadi dan institusi, Indra sangat mendukung berbagai kegiatan yang bersifat positif dilaksanakan di ajang Car Free Day, namun dengan catatan agar pelaksanaan kegiatan tersebut tetap mengindahkan fungsi dari Car Free Day itu sendiri khususnya jangan sampai menutup jalan bagi pejalan kaki untuk berolahraga. 

"Secara pribadi dan institusi saya juga mendukung segala bentuk kegiatan positif di arena CFD, namun dimohon tetap memperhatikan fungsi dari CFD itu sendiri," tukasnya. 

.imam














TerPopuler