Dugaan Penipuan Haji dan Umroh, Manajemen PT. Karsa Pelita Wisata : Kami Sudah Kembalikan Keuangan Jamaah

Dugaan Penipuan Haji dan Umroh, Manajemen PT. Karsa Pelita Wisata : Kami Sudah Kembalikan Keuangan Jamaah

Selasa, 23 Juli 2019, Juli 23, 2019

Kuningan (SATU)  - Dugaan penipuan perjalanan haji dan umroh yang melibatkan nama Darul Ulum sebagai biro perjalanan haji dan umroh ditanggapi oleh H. Zainul Muhsan atau yang akrab disapa Jajang selaku pengelola.

Menurut Jajang saat menggelar konferensi pers di kediamannya, Senin (22/7/2019) mengatakan bahwa dalam hal ini Darul Ulum merupakan sebuah Yayasan yang tidak ada sangkut pautnya dengan permasalahan ini, hanya kebetulan dirinya memang merupakan bagian dari Yayasan Darul Ulum tersebut. 

Perihal perjalanan haji dan umroh yang diselenggarakannya, Jajang mengaku bahwa hal tersebut merupakan kegiatannya secara pribadi yang bekerjasama dengan beberapa biro perjalanan haji.

"Darul Ulum itu yayasan, dan soal perjalanan haji dan umroh yang saya fasilitasi merupakan kegiatan saya pribadi yang bekerjasama dengan beberapa biro perjalanan yang ada," papar Jajang.

Soal dugaan penipuan yang merebak, Jajang pun menjelaskan bahwa hal tersebut hanya sebuah kesalahfahaman dari jamaah dan sudah dilakukan upaya mediasi yang dituangkan dalam sebuah lembar perjanjian antara kedua belah pihak.

"Sudah ada kesepakatan antara saya dan jamaah, dan sudah ada bentuk tertulis kesepakatannya," kata Jajang.

Berkenaan dengan kesalahfahaman tersebut, Jajang pun menjelaskan kronologis kejadian tersebut berdasarkan versinya.  Menurut Jajang, kesalahfahaman tersebut bermula dari beberapa jamaah yang tidak bisa diberangkatkan karena permasalahan waktu pemberangkatan di bulan Romadhon.

Awalnya, kata Jajang, belasan jamaah tersebut mengambil paket pemberangkatan umroh di bulan suci romadhon, namun perusahaan travel haji dan umroh yang biasa bekerjasama dengannya yakni PT.  HTK (Hijau Tumbuh Kembang) Cirebon tidak ada jadwal untuk pemberangkatan di bulan suci romadhon, sehingga pemberangkatan dialihkan kepada PT. Karsa Pelita Wisata.

Namun lebih lanjut Jajang menjelaskan bahwa akibat adanya keterlambatan pembayaran kepada pihak PT. Karsa Pelita Wisata  sehingga keberangkatan belasan jamaah pun pada akhirnya dibatalkan karena sesuai kesepakatan bahwa jika pembayaran tidak sesuai dengan waktu yang telah ditentukan maka jamaah gagal untuk diberangkatkan dan uang yang telah masuk dianggap hangus. 

"Pemberangkatan dibatalkan akibat beberapa kendala terutama dalam hal keterlambatan pembayaran dari jamaah, sehingga semua biaya dianggap hangus," jelasnya. 

Perihal kesepakatan yang telah dibuat dengan belasan jamaah, Jajang mengatakan bahwa sesuai isi kesepakatan yang telah dibuat, pihaknya akan mengganti seluruh biaya yang telah dikeluarkan oleh jamaah pada tanggal 1 September mendatang. 

"Saya akan kembalikan seluruh biaya yang telah dikeluarkan jamaah pada tanggal 1 september mendatang. Nantinya setelah ung dikembalikan, apakah jamaah akan tetap berangkat ataupun tidak, itu dikembalikan ke jamaah," kata Jajang.

Sementara itu, pihak PT. Karsa Pelita Wisata  ketika dikonfirmasi oleh kuningansatu.com melalui sambungan selular mengatakan bahwa pihaknya belum mengenal Jajang secara pribadi namun mengakui bahwa ada hubungan kerjasama dengan Yayasan Darul Ulum. 

"Sama pa Jajang kami sudah klarifikasi dengan datang langsung ke kedimannya, kalau sama Darul Ulum memang kami tahu dan ada kerjasama," papar Ari salah satu manajemen PT. Karsa Pelita Wisata  saat dikonfirmasi kuningansatu.com, Selasa (23/7/2019).

Lebih lanjut Ari menjelaskan, perihal belasan jamaah yang gagal diberangkatkan, pihak PT. Karsa Pelita Wisata  telah mengembalikan keuangan dari belasan jamaah tersebut meskipun hanya setengah dari besaran yang ditentukan.

"Kita sudah kembalikan 50% keuangan jamaah, karena sisanya kan sudah digunakan untuk tiket dan segala macam sehingga kita tidak bisa mengembalikan sepenuhnya," ungkapnya.

Perihal mencuatnya dugaan penipuan ini, Ari menegaskam bahwa dalam hal ini PT. Karsa Pelita Wisata telah melakukan dan menfasilitasi jamaah untuk berangkat umroh sesuai prosedural dan kesepakatan kerjasama yang ada.

"Kita sudah menjalankan sesuai prosedur yang ada. Pada intinya kesalahan bukan ada di pihak kami," tegas Ari. 



.imam


TerPopuler