Dugaan Penipuan Travel Haji dan Umroh, Hamzah : Jika Merasa Dirugikan, Segera Laporkan

Dugaan Penipuan Travel Haji dan Umroh, Hamzah : Jika Merasa Dirugikan, Segera Laporkan

Sabtu, 20 Juli 2019, Juli 20, 2019

Kuningan (SATU)  - Pemberitaan mengenai dugaan penipuan terhadap calon jemaah umroh yang dilakukan oleh agen perjalanan hji dan umroh Darul Ulum mendapat tanggapan Kementerian Agama Kabupaten Kuningan.

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kuningan Dr. H. Hanif Hanafi, M.Si, melalui Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah, H. Hamzah Rukmana, SAg,.M.A, memberikan saran kepada calon jamaah umroh jika memang merasa tertipu oleh agen perjalanan nakal bermodus umrah agar segera melapor kan hal tersebut kepada pihak kepolisian.

Hamzah juga mengatakan bahwa pihak Kemenag sudah ada MoU dengan pihak kepolisian sebagai sebuah bentuk perhatian dan perlindungan kepada jamaah umrah.

"Terkait umrah itu berurusannya dengan Kanwil dan Kanwil juga sudah bekerja sama atau MoU dengan pihak Polda dan untuk Kemenag Kuningan itu sudah MoU dengan Pihak Polres Kuningan," Ujar Hamzah saat ditemui media, Jum'at (19/7/2019).

Menyikapi dugaan adanya penipuan terhadap jemaah umrah yang di duga dilakukan oleh Darul Ulum Group (Haji-Umroh) di bawah naungan PT Karsa Pelita Wisata yang berada di Jl. Eyang Hasan Maolani No 05 Karangtawang Kuningan, pihak Kemenag Kuningan belum menerima pengaduan secara resmi dari korban, dan sejauh ini hanya mengetahui dari berbagai pemberitaan media. 

"Sejauh ini kita belum menerima adanya pengaduan atau pelaporan langsung dari jemaah baik dari apa yang telah di beritakan tersebut," ucap Hamzah.

Darul Ulum sendiri, kata Hamzah,  bukan merupakan Travel melainkan sebuah yayasan . Sementara itu perihal pengelola Darul Ulum sendiri yakni H. Jajang yang merupakan pelaksana KBIH, Hamzah menegaskan bahwa hal tersebut tidak ada hubungannya dengan umrah sehingha perlu diperjelas dan diluruskan.

"Secara kebetulan H. Jajang tersebut Pelaksana KBIH, saya hanya bisa menyarankan apabila permasalahan itu benar, maka ada baiknha para jamaah umrah yang merasa dirugikan segera melaporkan kepada pihak Kepolisian," ungkapnya.

Pihak Kemenag sendiri khususnya bidang Haji dan Umrah, dalam memberikan rekomendasi Umrah hanya sebatas dalam pembuatan paspor, itupun sesuai dengan aturan yang ada, dimana pihak travel atau jasa wisata Haji itu harus mengantongi ijin dan memenuhi syarat yang telah di berlakukan.

"Kalau dari kelengkapan persyaratan dan aturan yang ada tidak terpenuhi maka pihak kita tidak akan memberikan rekomendasi," jelasnya.

Piihak Kemenag juga selalu memberikan penjelasan dan arahan kepada calon jemaah umrah itu dengan "Lima PASTI Umrah" diantaranya :

Pertama; pastikan apa nama PPIU itu, dan pastikan apakah PPIU tersebut sudah resmi mendapat izin dari Kemenag, 

Kedua; pastikan kapan (tgl dan jam) jadwal keberangkatan ke tanah suci dan pastikan apa nama maskapai & nomor penerbangannya,

Ketiga; pastikan berapa harga paket umrah, dan pastikan apa saja pelayanan yang didapat jamah dengan harga tersebut, minimalnya itu aturan main di atas 20 juta,

Keempat; pastikan apa nama dan alamat lokasi hotel yg akan didiami selama jamaah berada di tanah suci,

Kelima; pastikan visa yang digunakan dalam perjalanan umrah,

"Untuk KBIH Darul Ulum nya itu betul mitra Kemenag dan garapannya memberikan bimbingan terhadap jamaah haji. Sekali lagi kalaupun masyarakat atau jamaah umroh memang merasa dirugikan, saya harap segera laporkan saja ke pihak kepolisian," tandasnya.

.imam

TerPopuler