Era Revolusi Industri 4.0, SMK Negeri 3 Kuningan Terus Berbenah

Era Revolusi Industri 4.0, SMK Negeri 3 Kuningan Terus Berbenah

Senin, 29 Juli 2019, Juli 29, 2019

Kuningan (SATU) - Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pengangguran per Agustus 2018 berkurang sebanyak 40 ribu jiwa. Hal ini sejalan dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) yang turun menjadi 5,34 persen pada Agustus 2018 melalui berbagai upaya pemerintah dalam menekan hal tersebut. 

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam menekan tingkat pengangguran adalah melalui sektor Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di seluruh wilayah Indonesia. 


Adanya hal tersebut, salah satu Sekolah Menengah Kejuruan yang ada di Kabupaten Kuningan yakni SMK Negeri 3 terus berbenah dari berbagai aspek untuk mempersiapkan lulusannya dalam menghadapi dunia kerja khususnya di era Revolusi Industri 4.0 seperti saat ini. 
Kepala sekolah SMK Negeri 3 Kuningan melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana,  Hj. Irma, M.Pd mengatakan, ada beberapa aspek yang mendukung dalam peningkatan mutu lulusan yang tentunya juga akan mempengaruhi kepada penerimaan di dunia kerja yang berujung pada angka pengangguran yang ada.
Dalam bidang sarana dan prasarana, kata dia, SMK 3 Kuningan pun terus berbenah menyediakan pelayanan terbaik bagi siswa-siswinya.

"Tidak bisa dipungkiri, faktor sarana dan prasarana pun sangat mempengaruhi hal tersebut. Seperti dilihat saat ini pun kita tengah berbenah," ujar Irma kepada kuningansatu.com, Senin(29/7/2019).

Selain itu, dalam meningkatkan kulitas lulusan demi untuk menekan angka pengangguran di Tanah Air khususnya pada lulusan SMK, pihaknya sudah menyiapkan beberapa strategi, yang salah satunya dengan meningkatkan kualitas belajar mengajar.

Dia mengatakan, dengan kualitas pembelajaran yang baik dan didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai baik untuk siswa maupun pengajar, maka siswa akan memperoleh keterampilan dasar, kemampuan untuk berpikir kritis. Selain itu siswa juga akan memahami nilai-nilai dan karakter untuk menjadi warga yang produktif dan pembelajar.

Yang kedua, lanjut Irma, upaya percepatan melalui penargetan dan strategi kompensasi kepada siswa-siswi miskin untuk mengurangi ketimpangan akses ke pendidikan yang berkualitas di daerah secara sistematik, sehingga mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil, dan harmonis.

Strategi selanjutnya yang diterapkan khsusunya di SMK Negeri 3 Kuningan yaitu dengan memperkuat pelatihan vokasi dan life skill di semua tingkat. Ini dilakukan untuk mengembangkan angkatan kerja yang fleksibel dan terlatih dengan atribut personal, keterampilan dasar, dan kompetensi TIK.

"Vokasi yang dicanangkan para lulusan SMK siap kerja mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional," katanya.

Di sisi lain, upaya pengembangan visi dan pola pikir guru dan tenaga pendidik, juga menjadi penting guna menuju peningkatan kualitas pendidikan yang kreatif dan berkesinambungan.

"Seperti halnya Revitalisasi terhadap ruang guru yang sedang kita laksanakan sekarang, itu merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja pendidik," ungkanya.

Mewakili Kepala Sekolah, Irma merasa bersyukur, karena dari 319 Sekolah Menengah Kejuruan yang ada di Indonesia yang masuk ke dalam program sekolah revitalisasi, SMK Negeri 3 Kuningan menjadi salahsatunya. 

"Kami bersyukur menjadi salah satu yang menerima bantuan ini, karena tujuan dari program revitalisasi ini adalah mengembalikan fungsi SMK sesuai dengan fungsi yang sesungguhnya. Terutama dalam hal pelayanan pendidikan. Yang nantinya akan  menuju menjadi SMK rujukan," ujarnya lagi. 

.imam

TerPopuler