Pembangunan Waduk Cileuweung Dihentikan Warga

Pembangunan Waduk Cileuweung Dihentikan Warga

Senin, 01 Juli 2019, Juli 01, 2019

Kuningan (SATU) - Polemik ganti rugi pembebasan lahan milik masyarakat yang terdampak akibat adanya pembangunan Waduk Kuningan (Cileuweung) kembali bergulir. Minggu, (30/6/2019), ratusan masyarakat dari beberapa Desa khususnya wilayah Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan waduk. Pasalnnya mereka merasa kesal karena pemerintah dirasa hanya meniupkan angin segar berupa janji dan janji akan segera melunasi pembayaran atas tanah milik masyarakat yang kelak akan ditenggelamkan oleh waduk.

Aksi ini kali menyusul aksi sebelumnya pada tanggal 20 Mei 2019 lalu. Tidak kurang dari 200 orang warga masyarakat terdampak Waduk Cileuweung bersama aparatur Pemerintahan Desa Kawungsari melakukan aksi tanda  tangan masal dengan tinta warna merah sementara warga dengan tinta warna hitam.

Tandatangan tersebut sebagai bukti kesepakatan bersama yang dilakukan oleh masyarakat 3 desa, antara lain Desa Kawungsari, Randusari dan Desa Tanjungkerta yang menuntut kepada Pemerintah agar secepatnya merealisaikan janjinya untuk membayar ganti rugi yang ada.

"Untuk Desa Tanjungkerta hingga saat ini belum ada yang di bayar, juga desa Cihanjaro Kecamatan Karangkancana tanah seluas 7 hektare di 2 RT Dusun Wana Asih 72 bidang, yang sudah dibayar hanya baru 13 bidang saja," jelas Kepala Desa Kawungsari, Kasto.

Aksi massa dengan penandatanganan bersama diatas bentangan kain putih sepanjang tak kurang dari 20 meter itu sebagai bentuk penguat tuntutan, yang di selenggarakan oleh Forum Masyarakat Peduli Dampak Pembangunan Waduk Cileuewung Kuningan, karena hingga saat ini tidak ada keputusan pasti perihal pembayaran ganti rugi.

Massa yang berasal dari berbagai elemen masyarakat ini juga melakukan aksi menulusuri alur Waduk yang pembangunannya sudah mencapai 90 persen itu. Massa pun memaksa seluruh pekerja yang tengah membangun waduk untuk berhenti melakulan pekerjaannya.

"Pokoknya saya minta kepada pihak pelaksana pembangunan proyek Waduk ini, jangan coba coba mengeluarkan mekanik atau alat alat yang masih ada di dalam lingkungan Waduk ini, atas nama siapapun, pemerintah sekalipun, tidak boleh  mengeluarkan apapun, kami tidak akan mengijinkan keluar satu barangpun," tandas salah seorang warga bernama Runaedi.

.imam

TerPopuler