Guru VS Kades, Kabag Humas : Hanya Meluruskan, Bukan Menuntut

Guru VS Kades, Kabag Humas : Hanya Meluruskan, Bukan Menuntut

Kamis, 15 Agustus 2019, Agustus 15, 2019

Kuningan (SATU) - Viralnya kisah seorang anak yang berasal dari salah satu desa di Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan yang dibagikan oleh seorang guru yang mengajar di salah satu Sekolah Dasar di Desa tersebut semakin hangat diperbincangkan.

Hal tersebut dikarenakan usai viral dan menjadi perhatian publik nasional, mencuat kabar bahwa pihak aparat desa tempat tinggal sang anak melayangkan surat kepada berbagai pihak dan menuntut sang guru atas beberapa hal yang dirasa tidak sesuai dengan kenyataan.

Menanggapi adanya permasalahan yang kini diberi judul oleh masyarakat "Guru VS Kades" tersebut, Kabag Humas Pemda Kuningan, DR. Wahyu Hidayah, M.Si saat ditemui usai kegiatan Paripurna DPRD Kabupaten Kuningan, Kamis (15/8/2019) mengatakan bahwa hal tersebut merupakan kesalahan persepsi semata.

Wahyu menerangkan bahwa tidak ada niatan pihak Desa untuk menuntut kepada Guru dari sang anak yang kini kisahnya tengah viral tersebut, apalagi sampai ke ranah hukum.

Menurut Wahyu, pihak Desa hanya meminta kepada sang Guru agar meluruskan beberapa hal yang memang kurang sesuai dengan kenyataannya seperti yang kini ramai beredar.

"Sepengetahuan saya bukan menuntut, hanya meminta agar meluruskan beberapa hal yang kurang sesuai, seperti salah satu contohnya jarak dari kediaman sang anak ke sekolah yang ramai diberitakan adalah sejauh 3 kilometer, padahal tidak sejauh itu," katanya.

Hal lainnya, kata Wahyu, perihal sang anak beserta keluarganya yang seolah luput dari perhatian pihak pemerintahan Desa, padahal berbagai program pemerintah untuk membantu kehidupan keluarga sang anak sudah diberikan melalui pihak desa.

"Intinya ini adalah kesalahan persepsi, kembali lagi bahwa sepengetahuan saya tidak ada yang berusaha menuntut sang guru, hanya meminta untuk meluruskan," tegasnya.

Wahyu pun meminta agar permasalahn ini agar jangan sampai berlarut-larut dan menimbulkan stigma negatif, karena walau bagaimanapun seharusnya dalam mengatasi berbagai problematika seperti ini semua pihak dapat bersinergi dan bukan malah menimbulkan opini-opini yang akhirnya menjadi polemik.

"Kita fokus saja untuk bersinergi satu sama lain dalam mengatasi problematika seperti ini ke depannya, jangan sampai malah menimbulkan opini-opini negatif yang berkelanjutan," tukasnya.

.imam




TerPopuler