LKS Tanpa Perpeloncoan ala Smanda

LKS Tanpa Perpeloncoan ala Smanda

Sabtu, 10 Agustus 2019, Agustus 10, 2019

Kuningan (SATU) - Memasuki akhir masa jabatan kepengurusan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) periode 2018-2019, ratusan siswa SMA Negeri 2 Kuningan ikutik Latihan Kepemimpinam Siswa (LKS).

Kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 8 hingga 10 Agustus 2019 ini merupakan salah satu tahapan yang harus dilalui oleh kepengurusan baru OSIS dan MPK sebelum mereka resmi menjalankan tugasnya.

Sekira 120 siswa yang terpilih sebagai pengurus OSIS dan MPK periode 2019-2020 digembleng wawasan tentang kepemimpinan dalam sebuah organisasi.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Negeri 2 Kuningan, Dedi Sutardi, M.Pd.I saat ditemui kuningansatu.com dalam kegiatan akhir LKS di Obyek Wisata Woodland Desa Setianegara, Sabtu (10/8/2019) mengatakan bahwa selama 3 hari terakhir ini ratusan siswa tersebut digembleng tentang berbagai hal yang berkaitan dengan kepemimpinan seperti pengetahuan dasar kepemimpinan, pola pelatihan, pembuatan program kerja, dan ditutup dengan kegiatan outbond.

"Kegiatannya tiga hari, dua hari di sekolah, dan terakhir kegiatan outbond di sini (Woodland, red)," ungkap Dedi.

Diakui Dedi, ada yang berbeda dengan kegiatan LKS bagi pengurus OSIS dan MPK tahun ini. Tahun-tahun sebelumnya, kata Dedi, kegiatan LKS ini dikonsep dan dilaksanakan sedemikian rupa oleh pengurus OSIS dan MPK periode sebelumnya sedangkan untuk tahun ini, pihak SMA Negeri 2 bekerja sama dengan pengelola Woodland untuk turut berkontribusi dalam kegiatan LKS ini, khususnya dalam hal outbond.

Melihat terhadap perkembangan pola pembelajaran, Dedi selaku Wakasek yang bertanggungjawab terhadap pembentukan karakter anak di sekolah mengatakan bahwa dirinya ingin sedikit demi sedikit merubah paradigma tentang kegiatan LKS yang identik dengan perpeloncoan dengan hal yang lebih bermafaat bagi siswa.

"Ya kita tahu bahwa kegiatan-kegaiatn semacam ini selalu identik dengan perpeloncoan, sehingga tahun ini kita coba untuk merubah paradigmanya dengan memberikan sesuatu yang lebih bermanfaat bagi anak," katanya.

Dari  tiga hari kegiatan LKS, Dedi sengaja memasukan kegiatan outbond di hari terakhir dan memilih Woodland sebagai lokasi kegiatan LKS ini.

Dedi berharap, melalui kegaiatan LKS di hari terakhir ini yang diisi dengan kegaiatan outbond, seluruh siswa yang menjadi pengurus baru OSIS dan MPK mampu menerapkan pola pembelajaran Learning By Doing (Belajar Dengan Melakukan) yang tersirat dalam beberapa kegiatan outbond yang ada.

"2 hari kita gembleng secara teoritis, nah di hari terakhir ini kita coba gembleng mereka secara praktik melalui kegaiatan outbond ini," paparnya.

Yanto sebagai pengelola outbond mengatakan bahwa banyak sekali hal tersirat yang tentunya sangat bermanfaat bagi individu ketika melakukan kegiatan outbond di lokasi dengan branding Woodland Adventure ini khususnya bagi mereka yang bergelut dalam sebuah organisasi baik skala kecil, menengah, maupun besar.


Setiap kegiatan outbond yang digelarnya, kata Yanto, akan berbeda sesuai dengan segmen yang ada serta disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai organisasi itu sendiri.

"Konsep outbond kita akan berbeda sesuai dengan segmen, seperti sekarang untuk siswa sekolah, sebelumnya juga karyawan swasta, dan masih banyak lagi. Selain itu tujuan yang ingin dicapai organisasi juga turut menentukan konsep seperti apa yang akan diterapkan dalam kegiatan outbond," katanya.

Tentunya, dalam kegiatan outbond ini, baik pihak sekolah maupun instruktur berharap banyak hal yang bisa diambil oleh para siswa dalam berorganisasi di lingkungan sekolah seperti bagaimana menumbuhkan semangat berorganisasi, mengolah organisasi, kerjasama baik secara teoritis dan praktek.

.imam

TerPopuler