Menuju Desa Pinunjul dan Desa Wisata, Website Desa Bisakah Dimanfaatkan?

Menuju Desa Pinunjul dan Desa Wisata, Website Desa Bisakah Dimanfaatkan?

Minggu, 04 Agustus 2019, Agustus 04, 2019

Kuningan (SATU) - Adanya sistem informasi berbasis website bagi Desa-desa yang ada di Kabupaten Kuningan merupakan salah satu upaya dalam memberikan informasi kepada khalayak umum tentang potensi yang ada.

Hal tersebut tentunya dirasa sesuai dengan apa yang dicanangkan oleh Pemerintah Daerah Ksabupaten Kuningan yaitu mengenai Desa Pinunjul dan Desa Wisata.

Namun sayangnya, pemanfaatan website desa yang saat ini dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika dirasa belum dioptimalisasi baik oleh pihak Dinas maupun pihak Desa itu sendiri selaku operator.

Banyak hal yang membuat tidak optimalnya pemanfaatan website desa itu sendiri lantaran adanya berbagai kendala, seperti jaringan, sarana prasarana di desa, hingga sumber daya manusia itu sendiri.

Bahkan salah satu rumor menyebutkan bahwa pihak dinas membanderol angka yang lumayan besar kepada desa-desa yang ingin memanfaatkan fasilitas website tersebut, sehingga desa lebih memilih membuat website sendiri dengan anggaran yang lebih rendah.

Menanggapi adanya hal tersebut Kepala Dinas Komunikasi dan Informastika Kabupaten Kuningan, Drs. Teddy Suminar, M.Si dengan tegas membantahnya.

Dikatakan Teddy, selama ini pihak Dinas tidak pernah sedikitpun mengkomersilkan fasilitas website yang dikelola diskominfo khususnya kepada desa-desa.

"Website desa itu bisa dimanfaatkan desa secara gratis," ujar Teddy saat ditemui kuningansatu.com, di ruang kerjanya, Kamis (1/8/2019).

Diakui olehnya pemanfaatan website yang dikelola diskominfo baik website Dinas maupun Desa memang belum sampai pada taraf maksimal. Hal tersebut menurutnya lebih kepada hal sarana dan prasarana serta SDM yang ada.

Bagi desa-desa khususnya, terkadang sarana prasarana seperti komputer sebagai server, jaringan internet dengan kecepatan yang memadai itu belum tersedia apalagi untuk desa-desa yang berada di pinggiran.

"Lebih ke arah sarana dan prasarana untuk pengoperasian website itu sendiri, apalagi untuk desa-desa yang ada di pinggiran," ungkapnya.

Selain itu, imbuh Teddy, mungkin SDM yang ada di Desa pun belum cukup memadai khususnya dalam penciptaan konten-konten website guna kepentingan Desa itu sendiri.

"Dalam penciptaan konten pun mungkin baru sedikit SDM di Desa yang menguasainya," katanya.

Untuk itu Diskominfo pun sering melakukan berbagai macam pelatihan kepada pihak Desa dalam pengelolaan website Desa sehingga dapat dioptimalkan khususnya dalam menuju Desa Pinunjul dan Desa Wisata yang dicanangkan pemerintah.

"Dalam menuju Desa Pinunjul dan Desa Wisata sebenarnya website Desa ini bisa dimanfaatkan, tinggal bagaimana pengelolaannya oleh Desa maupun Dinas, yang jelas sekali lagi bahwa website desa itu sifatnya gratis bagi desa," tandasnya.

.imam




TerPopuler