Eman : Demi Kedisiplinan, Harus Ada Absensi Sidik Jari Untuk Anggota DPRD

Eman : Demi Kedisiplinan, Harus Ada Absensi Sidik Jari Untuk Anggota DPRD

Jumat, 13 September 2019, September 13, 2019
Kuningan (SATU) - Dilantiknya Anggota DPRD Kabupaten Kuningan periode 2019-2024 diharapkan dapat menjadi sebuah angin segar bagi masyarakat yang berharap adanya perubahan dalam mewakili aspirasi di kalangan bawah.

Adanya hal tersebut, ditanggapi oleh salah satu pengamat di Kabupaten Kuningan, Eman Rahut yang mengatakan bahwa dalam tugasnya mewakili  dan menyampaikan aspirasi masyarakat, puluhan Anggota DPRD yang sekarang telah resmi dilantik lebih dulu harus meningkatkan kedisiplinannya.

Kedisiplinan yang dimaksud Eman, salah satunya adalah perihal kehadirannya di gedung rakyat.

Selama ini, kata Eman, dirinya belum mengetahui tentang adanya aturan yang mengikat Anggota DPRD perihal kehadiran, sehingga terkesan kehadiran mereka di gedung dewan seenaknya sendiri.

"Selama ini adakah aturan yang mengikat perihal kehadiran anggota DPRD? Kalaupun ada sudahkah itu diterapkan?," tanya Eman ketika ditemui kuningansatu.com, Jum'at (13/9/2019).

Eman menilai bahwa dari beberapa periode, masih banyak anggota dewan yang seenaknya  sendiri khususnya dalam kehadiran di gedung rakyat tersebut, yang tentunya itu jadi hal terkecil yang mencerminkan kedisiplinan dan kinerjanya dalam mewakili aspirasi masyarakat.

Maka dari itu, imbuh Eman, seharusnya ada siatem yang mengatur perihal kehadiran anggota DPRD seperti layaknya Aparatur Sipil Negara (ASN) pada umumnya.

"Harusnya ada sistem yang mengatur kehadiran anggota DPRD di gedung rakyat seperti ASN pada umumnya," kata Eman.

Lebih lanjut menurut Eman, jika perihal kehadiran jadi salah satu indikator bagi ASN dalam kaitannya dengan berbagai tunjangan yang diterima, harusnya hal tersebut pun dapat diterapkan di ranah anggota DPRD.

"Contohnya guru, salah satu indikator untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi adalah absensi, kenapa tidak hal tersebut juga diterapkan kepada Anggota DPRD yang juga mendapatkan berbagai tunjangan dengan nilai yang cukup fantastis," kata Eman.

Selain hal tersebut, adanya sebuah sistem yang mengatur kehadiran anggota DPRD dirasa Eman juga dapat meningkatkan kinerja dan tanggungjawabnya terhadap tugasnya dalam mewakili aspirasi.

"Kenapa tidak bagi anggota DPRD pun diberlakukan absen sidik jari seperti bagi ASN pada umunya agar lebih bertanggungjawab dalam tugasnya sebagai wakil rakyat," harap Eman.

Setidaknya, imbuh Eman, dengan diberlakukannya sistem absensi bagi anggota DPRD akan memudahkan masyarakat dalam menemui wakilnya sekaligus menghilangkan kesan bahwa setelah duduk di kursi Dewan masyarakat dilupakan.

"Minimal kalau masyarakat ingin menemui wakilnya kan tahu waktunya, pas absensi. Jadi tidak ada kesan setelah jadi, masyarakat dilupakan," katanya.

.imam






TerPopuler