Karnaval Budaya Korbankan Pelayanan Publik?

Karnaval Budaya Korbankan Pelayanan Publik?

Rabu, 04 September 2019, September 04, 2019

Kuningan (SATU) - Adanya kegiatan Karnaval Budaya dalam rangka peringatan Hari Jadi Kuningan ke 521 membuat beberapa pelayanan publik yang ada menjadi lumpuh.

Kamis, (5/9/2019) suasana lengang tampak di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kuningan. Sejak pagi, banyak masyarakat yang bermaksud membuat dokumen kependudukan seperti KTP, Kartu Keluarga, Akta dan lain sebagainya terpaksa harus mengurungkan niatnya karena pelayanan di Dinas tersebut tidak berjalan.

Salah seorang warga yang berasal dari Desa Cikeusik Kecamatan Cidahu contohnya, maksud hati ingin membuat dokumen kependudukan, namun apa daya pelayanannya tidak tersedia sehingga ia harus kembali esok hari.

"Tidak  ada pemberitahuan kalau kantor tutup, makanya sekarang ke sini. Kalau tahu tutup tidak akan ke sini, lumayan jauh juga kan," keluh dia.



Tidak hanya di Disdukcapil, pantauan media di beberapa pelayanan publik pun ternyata lumpuh tanpa kegiatan. Meskipun lumpuhnya pelayanan publik tersebut sehubungan dengam adanya himbauan dari pihak pemerintah untuk mengikuti kegiatan karnaval, beberapa masyarakat yang ditemui media di beberapa kantor pelayanan publik dan membutuhkan pelayanan sangat menyayangkan hal tersebut.

Menurut Dodo, salah seorang pengamat di Kabupaten Kuningan mengatakan bahwa seharusnya, meskipun ada kegiatan karnaval, bukan pelayanan terhadap masyarakat harus dihentikan apalagi tanpa adanya pemberitahuan langsung kepada masyarakat.

"Harusnya meskipun ada kegiatan karnaval, pelayanan terhadap publik harus tetap berjalan, lagipula yang ikut karnaval kan tidak semuanya, kenapa pelayanan harus terhenti?," tanya Dodo.

Dodo berharap ke depan pemerintah daerah dapat lebih mengatur perihal pelaksanaan karnaval, agar hal seperti ini tidak terulang kembali karena menurutnya kasihan masyarakat yang sudah jauh-jauh datang untuk mendapatkan pelayanan harus kecewa.

"Harusnya pemerintah bisa mengatur sedemikian rupa agar pelaksanaan karnaval tetap berjalan, pelayanan pun tetap berjalan. Jangan sampai mengorbankan satu sisi yakni pelayanan kepada masyarakat," tukasnya.

.imam





TerPopuler