Wujudkan Desa Wisata, Warga Gunungkeling Bersatu

Wujudkan Desa Wisata, Warga Gunungkeling Bersatu

Minggu, 22 September 2019, September 22, 2019

Kuningan (SATU) - Sekelompok warga Desa Gunungkeling yang terdiri dari Karang Taruna, Kelompok Tani dan Aparatur Desa bersatu untuk mewujudkan desanya menjadi desa wisata. 

Objek wisata yang bernama taman bunga tersebut, awalnya terjadi permasalahan, karena statusnya apakah mau dikelola oleh pribumi atau dari pihak luar. 

Menurut pengakuan dari Ketua Karang Taruna, Ade Hendrik mengatakan, faktanya sudah banyak orang yang datang kesini, untuk menawarkan tanah dan peruntukannya buat objek wisata. 

“Masalah ide dan gagasan pun semua orang juga bisa memulai, entah dari pribadi pribumi sendiri. Tapi untuk karang taruna pernah berkonsultasi kepada warga yang mempunyai tanah setempat. Cuman kan karang taruna hanya mempunyai sebatas ide dan gagasan saja, coba coba tapi engga tau nih ilmunya seperti apa polanya ?” tutur Ade kepada Kuningansatu.com, Minggu (22/9/2019).

Dirinya, memiliki strategi dengan cara membuat pembentukan kelompok yang terdiri dari karang taruna, kelompok tani, aparatur desa dan warga setempat yang memiliki tanah disini yang di ketuai oleh lurah iman (Pemilik Tanah).  

Kelompok disini pun, diterangkan Ade, dibawah naungan bumdes agar memudahkan masalah yang ada. Karena, untuk secara resmi sejauh ini persiapan belum maksimal dan masih dalam proses pembangunan secara bertahap. Dari masalah taman bunga, gazebo, menara, balon udara, tempat ngcamp, dan lain-lain. 

"Dengan cara dana swadaya seadanya saja, masyarakat bisa bersatu untuk menyukseskan pembangunan ini selesai. Dari mulai tanah milik warga ikut berpartisipasi sampai dari bahan baku untuk pembangunan ini. Baik dari karang taruna sendiri tujuanya hanya untuk memperdayakan lingkungan, desa dan terutamanya SDM setempat untuk kedepanya," tegasnya. 

Lebih jauh Ade menyampaikan. Sejauh ini, pihaknya, untuk bekerjasama dengan sponsor pihak karang taruna masih belum berani dan kurang pede dari segi presentasenya baik dari sistemnya seperti apa, alurnya bagaimana, tapi dari misi awalnya karang taruna sendiri tetap hanya ingin mambangun dan memperdayakan SDM lokalnya tidak bergantung dari pihak luar desa. 

Target atau tolak ukur dibisnis. Dia berharap, kelompok warga tetap mengusahakan bagaimana tidak ada titik akhir agar tidak sepi pengunjung, dalam artian tidak monoton itu-itu saja yang awalnya rame lambat laun sepi  aggar pengunjung tidak sepi. 

"Untuk target opening ini, mudah mudahan akhir taun jadi target kedepanya kita selalu perbaikan atau evaluasi agar pengunjung tidak sepi. Kita selalu memikirkan ide dan gagasan lagi untuk kedepanya bagaimana sistem rancangan pembangunan dan kerja samanya bagaimana," pungkasnya. 


. Thoriq

TerPopuler