Revitalisasi Taman Kota, Timbulkan Reaksi

Revitalisasi Taman Kota, Timbulkan Reaksi

Kamis, 17 Oktober 2019, Oktober 17, 2019

Kuningan (SATU) - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengalokasikan dana sekitar Rp 15 miliar untuk merevitalisasi taman kota yang menjadi ikon Kabupaten Kuningan. 

Hal tersebut, menimbulkan reaksi dari salah satu Pedagang Sorabi di Taman Kota Sadam Husen. Rencana kebijakan pemerintah daerah untuk revitalisasi taman kota kuningan dengan dalih pemprov teramat sangat sulit di pahami oleh logikanya. 

"Pertama, di sebutkan oleh sekda Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, ketika sialturahim dengan pedagang tamkot dalam rencananya bahwa Gedung knpi akan di ratakan, untuk perluasan taman," kata Sadam yang pernah aktif diorganisasi Mahasiswa. 

Pernyataan dan rencana itu menohok sekali baginya, padahal Sekda sendiri adalah mantan ketua KNPI. Mestinya  bisa lebih tahu rumus dalam memajukan kepemudaan ketimbang harus meratakan Gedung KNPI. 

"Kita tahu Gedung itu baru di renovasi oleh ketua sebelumnya Cecep Hendi dan sekarang di lanjutkan oleh ketua Masyuri. gak sedikit anggaran yang di keluarkan, besar itu biaya rehab Gedung, hargailah pemuda, jangan malah berkeinginan meratakan Gedung KNPI yang mana Gedung tersebut menjadi salah satu symbol energi organisasi kepemudaan di kuningan," bebernya. 

Kedua, dikatakan Sadam, ada banyak masyarakat yang hari ini memaksimalkan peluang taman kota untuk mencari rejeki. Banyak pula diantaranya yang bangga karena mampu berinisiasi melepas seragam pengangguran, ditengah-tengah kebijakan pemerintah yang sampai hari ini masih belum terlihat memberi solusi terhadap angka pengangguran yang cukup tinggi.

Kebijakan merevitalisasi taman kota, imbuhnya,  seperti sebuah kebijakan yang gagal focus. Ia mengingatkan ketika pasar pujasera dulu yang sekarang pasar langlangbuana.

"Kita tahu di pujasera lama dulu banyak masyarakat yang berjualan di area tersebut. Karena, pemerintah mengeluarkan kebijakan yang kurang jeli terkait ekonomi kerakyatan yang berlangsung disana kini kondisinya sangat memperihatinkan, yang dulu ramai kini sepi, coba ajah cek ke lokasi!," ajaknya. 

Dia menerangkan, berapa puluh keluarga yang kini kesulitan ekonomi dan menjadi korban. Pedagang yang dulu mampu menguliahkan anak-anaknya, memberikan penghidupan yang layak untuk keluarga-keluarganya kini itu semua hanya menjadi history. 

Harusnya pemkab memikirkan keberlangsungan pasar langlangbuana dulu,  bagaimana caranya itu tempat bisa hidup dan terurus. Belum lagi tempat lainya seperti taman bungkirit yang jadi sarang maksiat dan kurang terawat, taman cirendang yang sepi dari aktivitas warga pengunjung. 

"Di sector lainya seperti sisi birokrasi dalam menjalankan program pemerintah masih banyak temuan BPK yang merugikan keuangan negara ratusan juta bahkan milyaran, ada  juga persoalan bencana kekeringan yang terjadi tiap tahunya di wilayah kuningan Timur. Ini malah terlihat tergesa-gesa merevitalisasi taman kota dan Gedung KNPI, sekala prioritasnya pembangunannya di pake dong!," jelasnya. 

Jadi, ditegaskan Sadam, jangan jadikan nasib pedagang taman kota seperti pedagang di pujasera lama. Sudahlah stop membuat masyarakat menderita dengan dalih revitalisasi tanpa solusi yang kongkrit untuk jaminan keberlangusungan nasib pedagang kedepanya. 


. Jahid

TerPopuler