Bambang : Angkutan Online Dibatasi, Travel Gelap Apa Kabar?

Bambang : Angkutan Online Dibatasi, Travel Gelap Apa Kabar?

Rabu, 20 November 2019, November 20, 2019

Kuningan (SATU) - Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan pengemudi angutan umum di Kabupaten Kuningan yang tergabung dalam wadah Paguyuban Angkutan Umum Kuningan (PAKU) di depan Gedung DPRD, Selasa (19/11/2019) cukup menarik perhatian berbagai kalangan masyarakat.

Beberapa point tuntutan yang disampaikan para pengemudi angkutan umum tersebut menambah deretan tugas bagi wakil rakyat yang belum genap satu tahun ini menjabat sebagai Anggota DPRD.

Memperhatikan point-point tuntutan yang disampaikan ratusan pengemudi angkutan umum tersebut, diduga adanya aksi unjuk rasa tersebut didasari oleh semakin membludaknya angkutan berbasis online yang secara tidak langsung menganggu terhadap keberlangsungan angkutan konvensional.

Seperti dilansir dari berita pada media online kuninganmass.com, Selasa (19/11/2019), Wakil Ketua DPC Organda Kabupaten Kuningan, Toto Krismadianto mengatakan bahwa pemicu demonstrasi ini adalah angkutan tidak resmi.

“Kalau mereka tidak beroperasi saya yakin tidak akan ada kejadian pengrusakan dan aksi demo.  Saya sadar apa yang dilakukan oleh para supir angkot itu wajar karena usaha mereka diganggu oleh yang tidak resmi,” jelas Toto, Jumat (23/3/2018) malam.

Ia mengatakan, permintaan supir angkot hanya satu yakni mereka tidak ingin diganggu oleh angkutan yang tidak resmi. Taksi online itu tidak resmi sedangkan angkot sudah resmi dan sudah teruji sejak puluhan tahun.

Adanya permasalahan tersebut mengingatkan kembali terhadap permasalahan angkutan yang sudah cukup lama tidak lagi terdengar kabarnya yakni Travel Gelap yang juga semakin banyak berkembang di Kabupaten Kuningan. Hal tersebut disampaikan oleh Bambang Angga Purwanto, salah satu masyarakat Kabupaten Kuningan yang merasa perihatin dengan nasib para pengemudi angkutan umum di Kabupaten Kuningan.

"Tentang angkutan tidak resmi, saya jadi teringat permasalahan Travel Gelap, ngomong-ngomong apa kabarnya ya? Musnahkah? Atau semakin bertambah?" celoteh Bambang saat ditemui kuningansatu.com, Kamis (21/11/2019).

Menurutnya, permasalahan travel gelap itu lebih lama dari permasalahan angkutan online, namun sampai saat ini tidak pernah tuntas, bukanya semakin berkurang, malah semakin menjamur dari tahun ke tahun.

"Masalah travel gelap itu sudah bangkotan, tapi tidak pernah selesai. Bukanya berkurang malah semakin bertambah, sekarang ditambah lagi angkutan online, mau bagaimana nasib angkutan umum di Kuningan?" ketusnya.

Sebagai masyarakat ia menilai, permasalahan travel gelap dan saat ini ditambah lagi dengan angkutan online yang menjamur menunjukan bahwa tidak ada ketegasan dari pihak pemerintah kepada kedua permasalahan tersebut, padahal sudah beberapa kali pemerintah mengeluarkan kebijakan, namun pada akhirnya angkutan umum yang jelas memiliki legalitas resmi menjadi korban.

"Mau travel gelap, mau angkutan online, kalau sekiranya tidak sesuai dengan aturan ya ditindak, jangan sampai justru yang resmi yang dikorbankan," ujar Bambang.

Pria yang akrab disapa Bengbeng ini juga mengapresiasi kepada Anggota DPRD yang sudah menerima dan berjanji akan memperjuangkan tuntutan para pengemudi angkutan umum yang belum lama ini melakukan unjuk rasa. Ia berharap para wakil rakyat tersebut dapat memberikan solusi yang terbaik bagi semuanya.

"Mudah-mudahan dengan adanya unjuk rasa kemarin itu, wakil rakyat kita saat ini mampu memberikan solusi terbaik, karena baik pengemudi angkutan umum, pengemudi angkutan online, pengemudi travel gelap sekalipun adalah masih bagian dari masyarakat Kuningan yang berjuang demi kehidupan keluarganya," tandasnya.

.imam















TerPopuler